Dengan menggunakan bus bantuan dari Departemen Perhubungan berupa bus sedang AC sebanyak 10 unit, Trans Metro Bandung (TMB) efektif beroperasi bulan September 2009 dengan DAMRI sebagai operator TMB. TMB telah melayani 1 koridor dengan 9 unit bus dari total 10 armada. Dibangun shelter permanen kerjasama antara Pemerintah Kota Bandung dan pihak swasta. Untuk pengoperasiannya, telah dibentuk UPT pada Dishub Kota Bandung.
Kinerja operasional sistem transit di Kota Bandung untuk produksi angkutan yakni produksi operasi bus TMB per hari sebanyak 10 rit/bus atau 204/km. Total produksi keseluruhan mencapai 10.400 km dengan km tempuh perjalanan sebanyak 212.160 km. sedangkan biaya operasi kendaraan per-km Rp. 3.765, total BOK bus TMB adalah Rp. 798.782.400,-
Jumlah penumpang umum yang terangkut terus meningkat, daril 24 September s/d 30 Desember 2009 sebanyak 27.686 orang (49%) dan pelajar/mahasiswa sebanyak 28.870 orang (51%).
Dari data itu, diketahui bahwa jumlah penumpang yang dapat diangkut oleh Trans Metro Bandung meningkat secara signifikan, baik penumpang umum maupun penumpang pelajar. (agus wahyudin).
Digagas dan dikembangkan Kementerian Perhubungan, bangun angkutan sistem transit
KINERJA transportasi jalan di Indonesia terutama transportasi perkotaan di kota-kota besar maupun kota sedang bahkan hingga ke kota-kota kecil masih sangat memprihatinkan. Kondisi tersebut ditandai dengan masih tingginya tingkat kecelakaan lalu lintas, kesemrawutan dan kemacetan lalu lintas serta pelayanan angkutan umum masih jauh dari memuaskan.
Didasarkan pada kenyataan tersebut, Direk-torat Jenderal Perhubungan Darat, melalui Direktorat Bina Sistem Transportasi Perkotaan, menginisiasi pengembangan transportasi perkotaan (sistem transit). "Sistem ini sebagai bagian dari kerja keras pemerintah memberikan pelayanan angkutan umum yang efektif, efisien, cepat, murah dan dapat diandalkan," jelas Dirjen Perhubungan Darat Suroyo Alimoeso kepada Harian Terbit, Kamis pagi.
Pelayanan bus dengan sistem transit merupakan pelayanan dengan pemberhentian khusus, sistem pembayaran melalui tiket, pelayanan bus AC dan bus berkapasitas massal. "Pola perjalanannya pendek dalam kawasan perkotaan," tutur Dirjen didampingi Direktur Bina Sistem Transportasi Perkotaan Elly Sinaga.
Pembangunan dan pengembangan sistem transit di kota-kota di Indonesia, dia mengutarakan diharapkan mampu mengubah paradigma angkutan umum yang telah ada. Penyelenggaraannya dengan manajemen angkutan yang berbeda merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas pelayanan angkutan umum perkotaan.
Sistem transit juga didedikasikan untuk mendukung Program Go Green Transport. Dirjen mengutarakan bus besar yang disediakan Kementerian Perhubungan untuk layanan sistem transit, menggunakan Bahan Bakar Gas (BBG). "Sedangkan bus sedangnya dikombinasikan dengan BBG," jelasnya.
Skema subsidi
Operasional bus tersebut merupakan kerjasama antara Pemerintah Pusat, dalam hal ini Kementerian Perhubungan, dengan pemerintah daerah tingkat II. Kementerian Perhubungan membantu mengadakan sebagian sarana (bus) yang diperlukan, sedangkan pihak Pemerintah Daerah (Pemerintah Kota) mendanai pengadaan prasarana dan fasilitas pendukung hingga pembentukan organisasi pengelola dan penyediaan anggaran subsidi operasional sistem transit.
"Pengadaan bus didanani dari skema pengalihan subsidi BBM. Subsidi ini juga bias dialokasikan untuk pendanaan pengembangan rute atau studi pola trayek. Kami luar biasa membangun pelayanan angkutan umum kepada rakyat dengan harapan terjadi pengalihan penggunaan alat transportasi dari kendaraan pribadi kepada angkutan umum," cetusnya.
Diawali Batam
Sistem transit diawali kerjasama dengan Pemerintah Kota Batam dan diresmikan operasional-nya pada bulan Juli tahun 2005. Selanjutnya berturut-turut dikembangkan model yang sama sampai dengan tahun 2009 telah dioperasikan di kota Pekanbaru, Bandung, Bogor, Semarang, Yogyakarta, Manado dan pada tahun 2010 telah dioperasikan di Palembang dan Gorontalo.
"Selanjutnya diresmikan pengoperasian sistem transit di kota Surakarta (Batik Solo). Kami juga mengoperasikansistem transit di lintas Denpasar - Badung - Gianyar , Bali. Kami berharap juga kota di Bodetabek lainnya bisa mengoperasikan sistem transit," ujar Suroyo Alimoeso.
Dalam rangka menilai konsistensi pemerintah daerah dalam menyelenggarakan sistem transit, perlu dilakukan evaluasi penyelenggaraan angkutan. Evaluasi tersebut didasarkan pada laporan operasional bus bulanan yang dikirimkan oleh Pemerintah Daerah yang bersangkutan secara rutin.
Nilai manfaat
Dari hasil evaluasi dan wawancara langsung di lapangan di beberapa kota, diperoleh beberapa hal yang dapat disimpulkan mengenai kinerja operasional sistem transit, yaitu nilai manfaat yang dapat dirasakan penumpang yang telah menggunakan sistem transit ini diantaranya bahwa mereka merasa beruntung dapat menggunakan layanan ini karena sistem transit dapat menghemat waktu dan biaya perjalanan.
Sistem transit tidak memerlukan waktu untuk mendapatkan penumpang (ngetem) dan hanya berhenti pada shelter-shelter sistem transit sehingga penumpang akan menempuh perjalanan dengan waktu yang lebih singkat. Dengan pola pelayanan menerus dengan trayek yang melalui kawasan strategis, penumpang cukup membayar sekali untuk dapat menggunakan layanan sampai dengan tujuan akhir sistem transit.
"Hal tersebut dapat menghemat ongkos perjalanan dan memperkecil tingkat perpindahan penumpang. Selain itu, sistem transit memiliki pelayanan yang aman dan nyaman karena armada bus dilengkapi dengan pendingin ruangan (Air Conditioning) dan penerapan smart card ticketing," jelas Dirjen.
Dukungan Pemda yang diberikan pada penyelenggaraan sistem transit ini adalah penyediaan subsidi anggaran operasional sistem transit dan penyediaan prasarana pendukung dalam penyelenggaraan sistem transit. Namun demikian, belum seluruh Pemerintah Kota menyediakan anggaran subsisi operasional sistem transit.
Sumber : NTMC