Kamis, 1 Maret 2012, 11.25 WIB
Jakut-Sudah 57 kasus kecelakaan lalulintas terjadi di wilayah Jakarta Utara dalam dua bulan terakhir. Dari jumlah tersebut sedikitnya 14 orang tewas dan 37 orang lainnya luka berat dan ringan. Sebagian besar korban kecelakaan menimpa pengguna sepeda motor yang diakibatkan kesenggol atau tertabrak truk trailer.
Warga di wilayah Jakarta Utara berharap Pemerintah Kota Jakarta Utara secepatnya membuat jalur khusus guna mengurangi angka kecelakaan.
“Setiap minggu selalu saja ada korban kecelakaan kepada roda dua, tak jarang mengakibatkan korbannya meninggal dunia. Kami berharap pemerintah bisa mencarikan solusinya atau membangun jalur khusus sepeda motor,” kata Wawan, warga Cilincing, Jakarta Utara.
Dari pantauan petugas di lapangan, terdapat sejumlah akses jalan di wilayah Jakarta Utara yang rawan kecelakaan itu, di antaranya Jalan Raya Cacing, Jalan Cilincing Raya, Jalan Arteri Marunda, Jalan Plumpang-Semper, Jalan Logistik-Pegangsaan Dua, Jalan RE Martadinata dan Jalan Lodan serta Jalan Kapuk Muara Raya. Ini disebabkan kondisi jalan yang rusak karena selalu dilalui kendaraan besar kontainer.
Hal senada dikatakan Kapolres Jakarta Utara, Kombes Pol Andap Budhi Revianto, ia mengakui angka kecelakaan di wilayah Jakarta Utara masih tinggi. Namun jika dibanding tahun sebelumnya angka kecelakaan lalulintas di Jakarta Utara mengalami penurunan.
“Penyebab kecelakaan itu ada beberapa faktor antara lain sarana dan prasarana jalan banyak yang rusak dan berlubang. Selain itu volume kendaraan tidak berimbang dengan luas jalan sehingga tidak menutup kemungkinan kecelakaan akan tinggi,” jelas Andap Budhi Revianto.
Untuk mengantisipasi tingginya angka kecelakaan di wilayahnya, pihaknya akan menggandeng stakeholder untuk menerapkan sistem black spot (titik hitam) di sejumlah lokasi yang rawan kecelakaan dengan memasang spanduk, baliho, dan banner peringatan dan imbauan tentang kecelakaan. Selain itu, pihaknya juga akan membuat forum lalu lintas untuk menampung ide yang berkaitan dengan sarana dan prasarana.
Sementara itu, Kasudin PU Jalan Jalan Jakarta Utara, Maman Suparman, menjelaskan pihaknya akan membawa usulan dan desakan warga ini ke pihak Dinas PU DKI maupun Departemen PU yang mempunyai kewenangan mengelolah akses jalan negara.
“Kita akan sampaikan usulan dan keluhan warga ini ke pihak yang berwenang. Mudah-mudahan bisa ditindaklanjuti dan angka kecelakaan di Jakarta Utara terus berkurang,” tuturnya.