Jakarta - Akibat membajak bus Mayasari jurusan Grogol-UKI untuk tawuran, sebanyak 35 siswa SMK Tri Arga Kebun Jeruk dan SMK I Cengkareng ditangkap, Rabu (12/4).
Kepala Satuan Lalu Lintas Kepolisian Resor Jakarta Barat Ajun Komisaris Besar Sularno SH mengatakan, Polisi sudah mengamati para siswa itu sejak awal menaiki bus Mayasari itu.
Menurut Sularno, petugas reserse dari Kepolisian Sektor Kalideres sudah mengamati para siswa itu sejak terjadi tawuran antara siswa SMP dan warga di Cengkareng, Jakarta Barat. Kecurigaan polisi bermula saat para siswa itu bergerak secara bergerombol dari lokasi tawuran. "Saat diamati mereka bergerak ke arah Tangerang," ujarnya.
Sopir bus yang diketahui bernama Muara Pulungan, 44 tahun, tak bisa berbuat apa-apa karena para siswa itu membawa senjata tajam. Setelah diamati dan jumlah aparat kepolisian sudah cukup, Sularno menyatakan tim reserse kemudian menggiring bus tersebut ke Pos Polisi Daan Mogot. "Aparat juga curiga karena bus itu diisi oleh anak sekolah semua," ujarnya.
Usai dihentikan, para siswa itu langsung digeledah. Hasilnya, polisi menemukan senjata tajam berbentuk klewang dan clurit sebanyak 13 buah serta gear motor sebanyak tiga buah. "Para siswa itu kini ditahan di Polsek Kalideres beserta belasan senjata tajam sebagai barang bukti," kata Sularno.
Peristiwa itu sendiri berlangsung tak berapa lama setelah tawuran yang melibatkan siswa SMP 24 Kalideres dan warga Kampung Duri. Para siswa yang ditangkap itu baru saja menyelesaikan Ujian Nasional dan mencoret-coret baju seragamnya. Hingga kini Polsek Kalideres masih menangani kasus tersebut.