Jakarta-Menyikapi ulah angkutan umum di Jakarta yang suka ngetem seenaknya atau berjalan serampangan mulai disikapi Dishub DKI dengan memasang alat semacam Global Positioning System (GPS) pelacak pada angkot.
"Kita juga akan memasang, on board unit dipasang di kendaraan. Jadi terpantau. Alat ini semacam GPS. Kita sudah anggarkan tahun ini. Jika terpantau melakukan pelanggaran kita akan berikan sanksi tilang dan dia tidak bisa mengelak lagi," ujar Ketua Dewan Pembinaan Angkutan Umum Dinas Perhubungan (Dishub) DKI, Kusmanto.
Dan alat GPS pelacak ini pun berencana akan diberikan secara cuma-cuma.
"Kita juga akan memasang, on board unit dipasang di kendaraan. Jadi terpantau. Alat ini semacam GPS. Kita sudah anggarkan tahun ini. Jika terpantau melakukan pelanggaran kita akan berikan sanksi tilang dan dia tidak bisa mengelak lagi," ujar Ketua Dewan Pembinaan Angkutan Umum Dinas Perhubungan (Dishub) DKI, Kusmanto.
Dan alat GPS pelacak ini pun berencana akan diberikan secara cuma-cuma.
"Tapi kalau hilang dia harus beli sendiri," jelas Kusmanto.
Sementara itu, angkot-angkot mana saja yang akan dipasang GPS pelacak ini, apakah Metro Mini, Kopaja atau Mikrolet, Kusmanto mengatakan akan melakukan penelitian dulu.
"Kita baru bisa menyediakan 3 ribu unit dulu on board unit untuk pengadaan tahun 2012 ini. Nanti berdasarkan penelitian, kita lihat mana dulu yang dipasang. Tapi saat ini masih dalam proses pelelangan. Ya mudah-mudahan akhir tahun 2012," jelasnya.
Sedangkan rencana jangka panjang, Dishub DKI akan mengganti angkot bus kecil dengan bus sedang.