"Jasa Marga menyatakan siap untuk berinvestasi, Pemerintah Provinsi Lampung yang menyediakan lahan dan kami berharap sebagian besar dana pembebasan lahan dari Bakauheni sampai Tarahan mendapat dukungan besar dari APBN," kata Kepala Bappeda Provinsi Lampung Fahrizal, di Bandarlampung, Selasa.
Menurutnya, APBD Provinsi Lampung tidak bisa sepenuhnya mendukung rencana pembebasan lahan di sana, mengingat, banyak program pembangunan di Lampung yang harus diprioritaskan.
Pembangunan jalan tol sekaligus dua jalur kereta api angkutan batubara membutuhkan lebar badan jalan 100 meter sisi kiri dan kanan.
Pembangunan baru akan terlaksana jika lahan rencana pembangunan jalan tol dan dua jalur rel ketera api sudah dibebaskan, sebagian sudah ada yang dibebaskan sebagian lagi belum," katanya.
Sampai saat ini, tambahnya, belum ada kejelasan kebutuhan lahan untuk membangun jalur tol.
"Kita masih melakukan perhitungan, setelah lahan dibebaskan, secepat mungkin kita bangun jalur tersebut," ujarnya.
Selain akan dibangun jalan tol, di Lampung juga akan ada pembangunan dua jalur kereta khusus batubara di lahan sepanjang 100 km lebih di wilayah Lampung. Lokasi pembangunan diantara jalan tol dari Lampung ke Sumatera Selatan.
Pembangunan rel kereta double track sepanjang 280 km ini sendiri sudah direncanakan PT Bukit Asam sejak beberapa tahun terakhir.
Pembangunan ini ditujukan untuk mencapai target pengangkutan batubara dari Sumsel ke Lampung sebanyak 25 juta ton/tahun.
Pembangunan tersebut rencananya akan didanai oleh China Development Bank (CDB) 1,3 miliar dolar AS atau kurang lebih Rp11 triliun.
Rel kereta api ini merupakan bagian dari proyek tambang batubara Bukit Asam Banko yang merupakan perusahan patungan antara PT Bukit Asam dan PT Rajawali Asia Resources.
Kepastian sumber pendanaan dari proyek infrastruktur yang merupakan bagian dari Masterplan Percepatan Pembangunan Perluasan Ekonomi Indonesia (MP3EI). Kereta api ini dari Tanjung Enim, Sumsel, ke Bandar Lampung 300 km, yang melintasi 8 kabupaten dan 1 kota madya.