74 Persen Trotoar di Yogyakarta Tidak Layak

16:13

 
 
Slogan Kota Pariwisata yang diusung Yogyakarta belum sepenuhnya mendapat dukungan. Salah satu indikasinya terlihat dari kondisi fasilitas trotoar yang rata-rata belum memadai.

Dari hasil riset Komite Penghapusan Bensin Bertimbal (KPBB), sekitar 74 persen trotoar di Yogyakarta tidak layak difungsikan. Kajian ini didasarkan pada lima indikator. Di antaranya kebersihan, rambu-rambu, lokasi PKL, peningkatan alat transportasi yang menyerobot trotoar, dan ketidaknyamanan pejalan kaki.

"Kajian tersebut kami harapkan bisa ditindaklanjuti pemerintah dalam wujud peraturan daerah. Jika ada keseriusan dari semua pihak termasuk masyarakat, kami yakin dalam dua tahun mendatang slogan Kota Layak Pejalan Kaki dapat terwujud," tandas Direktur Eksekutif KPBB, Ahmad Safrudin.

Menurut Koordinator Program Layak Pejalan Kaki, Ical Rais, faktor pemicu yang dirasa paling mencolok adalah masalah PKL. Pasalnya, kebanyakan lokasi PKL tidak sesuai dengan aturan. Semisal izin pendirian lapak hanya 1,5 meter, tapi fakta di lapangan banyak yang melebihi ketentuan jarak tersebut. 

"Untuk mengatasi persoalan ini, pemeliharaan sarana dan penegakan aturan hukum tentunya wajib diterapkan. Tapi cara lain juga bisa ditempuh lewat pendekatan norma sosial," katanya. Dia menilai, upaya pendekatan ini penting untuk meminimalisir kemungkinan konflik akiba

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »