Penyangga jembatan Desa Gondangsari, Kecamatan Juwiring, Kabupaten
Klaten ambrol, sehingga membahayakan pengguna jalan yang lewat. Rusaknya
jembatan membuat aktifitas warga menjadi terganggu.
Jembatan
tersebut menjadi satu-satunya jalur penghubung terdekat yang melewati
Kali Gondangsari. Jalur itu menghubungkan warga tiga dukuh, yakni Dukuh
Panjangan, Dukuh Jetis dan Dukuh Karangwuni, Desa Gondangsari.
Berdasarkan
pengamatan di lapangan, bagian bawah jembatan yang panjangnya sekitar 7
meter itu sudah ambrol. Batu bata yang menyusun bagian penyangga yang
berbentuk melengkung itu sudah ambrol, lapisan di bawah aspal jembatan
bagian barat sudah tidak ada lagi.
Saat ini, warga menutup akses
menuju jembatan tersebut. Mereka memasang palang kayu dan bambu, untuk
menandai bahwa jembatan itu bahaya bila dilalui. Saat ini, hanya sisi
timur jembatan saja yang bisa masih dilalui dengan sepeda motor.
Menurut
keterangan sejumlah warga, bagian penyangga jembatan mulai akibat
gerusan banjir yang terjadi sejak setahun silam. Meski sudah cukup lama,
namun hingga kini belum dilakukan perbaikan padahal kondisinya menjadi
semakin parah.
"Jembatan itu menjadi penghubung terdekat, terutama
bila warga Dukuh Jetis ingin menuju ke Pasar Gondangsari. Dulu,
jembatan bisa dilalui sepeda motor dan mobil. Tapi setelah ambrol, hanya
sepeda motor saja yang bisa lewat," kata Sri Lestari (35) warga Dukuh
Jetis, Gondangsari.
Sumber : Suara Merdeka