DEPOK – Tiga pelaku spesialis pembobol mobil dengan modus memecahkan ban dan kaca mobil, ditangkap petugas Polres Depok kemarin.Ketiga pelaku telah beraksi sebanyak 1.400 kali di sejumlah tempat di Depok dan Kabupaten Bogor.
Tiga pelaku yang ditangkap yakni My,39,DD,47,dan AY,30. Ketiganya ditangkap saat di sebuah kafe di Jalan Alternatif Cibubur, Kota Depok, Kamis (31/5) malam. Kapolres Depok Kombes Pol Mulyadi Kaharani menjelaskan bahwa untuk menangkap tiga pelaku ini tidaklah mudah. Penyidik membutuhkan waktu satu minggu melakukan pengintaian terhadap aksi tiga penjahat tersebut. Hingga akhirnya, penyidik menangkap ketiga pelaku yang saat itu tengah asyik menikmati alunan musik di salah satu kafe.
Mulyadi menerangkan,tiga pelaku ini sudah lama menjadi target operasi terkait kasus pencurian dengan pemberatan. Mereka merupakan penjahat spesialis pembobol mobil dengan modus memecahkan ban dan kaca mobil calon korbannya. Di Depok, polisi telah menerima ratusan laporan kasus pencurian barang-barang berharga di dalam mobil, dengan modus memecahkan ban dan kaca mobil tersebut. ”Tiga pelaku ini telah menjalankan aksi kejahatannya sejak 2010 lalu.Mereka mengaku sudah beraksi sebanyak 1.400 kali,” terangnya.
Dalam satu hari, komplotan ini beraksi sebanyak dua hingga tiga kali dan selalu mendapatkan hasil. Kombes Mulyadi menjelaskan, modus operandi komplotan ini dengan terlebih dahulu mengintai calon korbannya yang baru keluar dari bank. Setelah itu, tiga pelaku menggunakan sepeda motor membuntuti mobil korban hingga mobil itu berhenti di traffic light. Saat mobil berhenti karena terkena lampu merah inilah,pelaku menusukkan pisau ke ban mobil korban.
Selanjutnya, pelaku terus membuntuti mobil tersebut dan memberi tahu calon korban bahwa ban mobil mengalami kempes. Korban pun tentunya akan menghentikan mobil tersebut. Ketika korban memperbaiki ban mobil yang kempes,pelaku lain yang menggunakan sepeda motor mendekati mobil. Kelengahan korban inilah yang dimanfaatkan pelaku untuk menguras barang-barang berharga di mobil milik korban. Selain modus tersebut, pelaku juga kerap memecahkan kaca mobil yang terparkir di pinggir jalan.
Untuk memudahkan memecahkan kaca, mereka terlebih dahulu membuat kaca retak dengan cara melempar pecahan keramik busi motor ke kaca mobil.Setelah itu, mereka menggunakan besi untuk memecahkan kaca. MY, otak komplotan ini, mengaku menjalankan aksi kejahatan tersebut karena tidak memiliki pekerjaan tetap. ”Kami selalu beraksi bersamasama. Kami mempunyai kesepakatan tidak beraksi di hari Selasa dan Jumat,”ucapnya.