CIANJUR, (PRLM).- Kondisi ruas Jalan Hanjawar-Pacet (Hancet) Kecamatan Pacet, Kabupaten Cianjur rusak parah dan memprihatinkan. Padahal ruas tersebut merupakan jalan alternatif dan akses menuju ke sejumlah tempat wisata dan villa-villa.
Berdasarkan pantauan "PRLM", mulai dari ruas jalan di sekitar Kampung Cinengah, Taman Wisata Kota Bunga hingga Kampung Beunying, banyak terdapat lubang dengan diameter seluruh badan jalan dan membahayakan bagi para pengendara terutama sepeda motor.
“Beginilah kondisinya.Kian hari kian parah dan belum ada perbaikan. Kalau hujan, lubang-lubang tersebut tertutup air sehingga tidak kelihatan oleh para pengendara,” ucap Yadi (44) warga setempat.
Yadi mengatakan kondisi jalan alternatif tersebut juga menghubungkan Kecamatan Cipanas, Kecamatan Pacet dan Kecamatan Sukaresmi. Meski jalan alternatif, namun dalam dua tahun terkahir sudah banyakpenggguna jalan mamanfaatkan ruas jalan etrsebut.
"Sudah rusak sejak setahun lalu. Kalau musim kemarau datang, debunya berterbangan dan menngganggu penglihatan dan sangat membahayakan bagi kesehatan mata,” katanya.
Hal Senada diungkapkan Yusuf (35) warga lainnya. Ia menuturkan akibat kondisi jalan yang buruk, tidak sedikit kendaraan terutama motor mengalami kecelakaan dan membuat kerugian bagi pengendara dan mengakibatkan kerusakan pada kendaraan.
“Kapan Pemkab Cianjur akan memperbaiki jalan tersebut, karena jalan tersebut merupakan akses jalan cukup padat dilalui oleh berbagai kendaraan dan merupakan akses aktivitas warga sekitar dan para wisatawan baik lokal maupun asing. Supaya tidak malu,” tuturnya.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Bina Marga, Atte Adha Kusdinan mengakui hal tersebut. Kondisi jalan kabupaten yang rusak masih banyak. Akan tetapi, pihaknya mengatakan akan segera memperbaiki kondisi jalan tersebut.
“Segera kita perbaiki, saat ini kita tengah melakukan lelang. Mudah-mudahan akhir Juni atau awal Juli sudah bisa pengerjaan. Kita akan upayakan Jalan Abdullah bin Nuh, kemudian jalan lainnya termasuk Cipanas dan Cianjur Selatan. Kita lakukan bertahap dan kita akan upayakan semaksimal mungkin,” tuturnya.
Sedangkan Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Cianjur, Aban Sobandi mengatakan terkait dengan penertiban kendaraan bertonase melebihi aturan, pihaknya baru sekadar memberikan teguran. Pasalnya, hal tersebut sulit untuk ditertibkan, perlu dukungan serta kesadaran para pengendara.
Sumber : pikiran rakyat online