PEKANBARU - Puluhan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Riau, Jumat (1/6/2012) saat melakukan unjukrasa di Mapolda Riau sempat bentrok dengan anggota polisi, saat anggota ingin memadamkan api dari kardus yang dibakar mahasiswa didepan pintu pagar masuk Mapolda Riau.
Sebelum terjadi bentrok, awalnya, puluhan mahasiswa dari BEM UNRI, BEM UIN, BEM UIR, BEM UMRI, PD KAMMI Riau, SRMI, PRD dan GMNI ini, hanya melakukan orasi saja. Massa tidak terima seorang aktivis dipanggil polisi terkait pengrusakan tugu hitungan mundur PON dalam unjukrasa beberapa hari yang lalu.
Massa yang kesal tidak diterima oleh Kapolda Riau Brigjen Pol Suedi Husein, langsung saja membakar sejumlah kotak kardus di depan pintu pagar Mapolda. Kontan saja, aksi mahasiswa itu mendapat tantangan keras dari Wakasat Dalmas Polda Riau Kompol Kaidir. Ketika itu, Kaidir meminta mahasiswa untuk membatalkan aksi pembakaran itu.
Sehingga terjadi aksi perang mulut dan dorong-dorongan antara mahasiswa dengan polisi. Beruntung, bentrokan ini tidak sempat meluas, setelah masing-masing kubu menahan diri.
Mahasiswa sendiri yang dikoordinir oleh Muhammad Aderman tetap bersikeras ingin membakar kardus tersebut. Dalam pernyataan sikapnya mahasiswa, mendesak KPK agar menetakpkan Rusli Zainal sebagai tersangka dan tangkap RZ yang sudah ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi PON.
"Kami juga mendesak Kejaksaan Tinggi Riau, agar segera melakukan penyelidikan terkait dugaan korupsi pembangunan tugu Countdown PON dan pembangunan venue PON di Riau,"ujarnya.
Mahasiswa juga meminta Kapolri Jenderal Pol. Timur Pradopo untuk memecat Kapolda Riau Brigjen Pol Suedy Husein dan Kapolresta Pekanbaru Kombes Pol R Adang Ginanjar. Pasalnya, mahasiswa menilai kedua petinggi kepolisian di Riau ini, diduga melindungi koruptor dan mengintimidasi masyarakat yang mendukung pemberantasan korupsi.
Dalam aksinya, mahasiswa selain membawa poster juga membawa sejumlah bendera. Usai menyampaikan pernyataan sikapnya di Mapolda, mahasiswa kemudian melanjutka aksi serupa di Kejati Riau.
Sebelum terjadi bentrok, awalnya, puluhan mahasiswa dari BEM UNRI, BEM UIN, BEM UIR, BEM UMRI, PD KAMMI Riau, SRMI, PRD dan GMNI ini, hanya melakukan orasi saja. Massa tidak terima seorang aktivis dipanggil polisi terkait pengrusakan tugu hitungan mundur PON dalam unjukrasa beberapa hari yang lalu.
Massa yang kesal tidak diterima oleh Kapolda Riau Brigjen Pol Suedi Husein, langsung saja membakar sejumlah kotak kardus di depan pintu pagar Mapolda. Kontan saja, aksi mahasiswa itu mendapat tantangan keras dari Wakasat Dalmas Polda Riau Kompol Kaidir. Ketika itu, Kaidir meminta mahasiswa untuk membatalkan aksi pembakaran itu.
Sehingga terjadi aksi perang mulut dan dorong-dorongan antara mahasiswa dengan polisi. Beruntung, bentrokan ini tidak sempat meluas, setelah masing-masing kubu menahan diri.
Mahasiswa sendiri yang dikoordinir oleh Muhammad Aderman tetap bersikeras ingin membakar kardus tersebut. Dalam pernyataan sikapnya mahasiswa, mendesak KPK agar menetakpkan Rusli Zainal sebagai tersangka dan tangkap RZ yang sudah ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi PON.
"Kami juga mendesak Kejaksaan Tinggi Riau, agar segera melakukan penyelidikan terkait dugaan korupsi pembangunan tugu Countdown PON dan pembangunan venue PON di Riau,"ujarnya.
Mahasiswa juga meminta Kapolri Jenderal Pol. Timur Pradopo untuk memecat Kapolda Riau Brigjen Pol Suedy Husein dan Kapolresta Pekanbaru Kombes Pol R Adang Ginanjar. Pasalnya, mahasiswa menilai kedua petinggi kepolisian di Riau ini, diduga melindungi koruptor dan mengintimidasi masyarakat yang mendukung pemberantasan korupsi.
Dalam aksinya, mahasiswa selain membawa poster juga membawa sejumlah bendera. Usai menyampaikan pernyataan sikapnya di Mapolda, mahasiswa kemudian melanjutka aksi serupa di Kejati Riau.
Sumber : Tribunnews.com