PALEMBANG - Diduga pengemudi mabuk, sebuah mobil Nissan March warna silver BG 1505 BJ terbang dua meter menaiki trotoar dan parit hingga nyungsep di sela pohon sawit di depan Masjil Al Fallah Jl Basuki Rahmad Palembang, Jumat (1/6/2012) pukul 03.00.
Saksi mata Ronald, warga Jl Basuki Rahmad Lr Al Falah Kecamatan Kemuning Palembang mengatakan, mobil sedan city car dari arah Simpang Patal melaju kencang pada saat jalanan lengang.
"Katek musuh pas nian depan aku nganar. Aku lagi tegak depan Lr Al Falah. Rumah aku di lorong inilah. Padahal mobil ini baru dari platnyo bulan 1 tadi. Aku kan ngantar cewek aku, Intan. Dio nak balek naik motor ke kontrakannyo di Puncak. Untuklah cewek aku lah lewat, baru mobil ini nerapas. Naik trotoar dan pari lalu nabrak sawit. Aku berlari ke sano, nyingok kalo bae meledak," ungkap Ronald.
Ronald pun menghampiri mobil yang bumper depan dan belakangnya, radiator, lampu-lampu, radiator, ban kanan dan peralatan mesinnya copot terpelanting.
"Mereka ini bau minuman. Berdua yang nyetir Bayu (28) wong Riau, dan satunya lagi Agung (30) dari ID Cardnyo tertulis sebagai kepala mekanik Nissan. Agung ini wong Jawa Barat. Yang nyopir muntah darah dan mimisan. Agung sadar berdarah muka, kakinya. Agung minta tolong, kuketok kaco mobil pakai pukul dak pecah. Akhirnya bisa setelah kutinju. Soalnyo susah narik pintu," beber Ronald.
Setelah berhasil mengeluarkan kedua orang pengemudi dan penumpang melalui kaca jendela, keduanya diangkut mobil picup Mitsubishi L300 untuk mendapat perawatan.
"Mobil L300 dari belakang masjid yang biasa bawa tahu ke pasar Jakabaring ini yang kemudian dibawa ke Rumah Sakit," terang Ronald.
Menjelang pukul 07.00 petugas Satlantas Polresta Palembang berupaya mengevakuasi 'mobil terbang' ini. Proses evakuasi pun menyedot perhatian pengguna jalan yang hendak berangkat kerja dan sekolah hingga memacetkan lalu lintas.
Saksi mata Ronald, warga Jl Basuki Rahmad Lr Al Falah Kecamatan Kemuning Palembang mengatakan, mobil sedan city car dari arah Simpang Patal melaju kencang pada saat jalanan lengang.
"Katek musuh pas nian depan aku nganar. Aku lagi tegak depan Lr Al Falah. Rumah aku di lorong inilah. Padahal mobil ini baru dari platnyo bulan 1 tadi. Aku kan ngantar cewek aku, Intan. Dio nak balek naik motor ke kontrakannyo di Puncak. Untuklah cewek aku lah lewat, baru mobil ini nerapas. Naik trotoar dan pari lalu nabrak sawit. Aku berlari ke sano, nyingok kalo bae meledak," ungkap Ronald.
Ronald pun menghampiri mobil yang bumper depan dan belakangnya, radiator, lampu-lampu, radiator, ban kanan dan peralatan mesinnya copot terpelanting.
"Mereka ini bau minuman. Berdua yang nyetir Bayu (28) wong Riau, dan satunya lagi Agung (30) dari ID Cardnyo tertulis sebagai kepala mekanik Nissan. Agung ini wong Jawa Barat. Yang nyopir muntah darah dan mimisan. Agung sadar berdarah muka, kakinya. Agung minta tolong, kuketok kaco mobil pakai pukul dak pecah. Akhirnya bisa setelah kutinju. Soalnyo susah narik pintu," beber Ronald.
Setelah berhasil mengeluarkan kedua orang pengemudi dan penumpang melalui kaca jendela, keduanya diangkut mobil picup Mitsubishi L300 untuk mendapat perawatan.
"Mobil L300 dari belakang masjid yang biasa bawa tahu ke pasar Jakabaring ini yang kemudian dibawa ke Rumah Sakit," terang Ronald.
Menjelang pukul 07.00 petugas Satlantas Polresta Palembang berupaya mengevakuasi 'mobil terbang' ini. Proses evakuasi pun menyedot perhatian pengguna jalan yang hendak berangkat kerja dan sekolah hingga memacetkan lalu lintas.
Sumber : Sriwijaya pos