PEMATANGSIANTAR - Pembangunan Siantar City Busines saat ini tengah dalam proses persiapan pondasi. Bangunan yang direncanakan enam lantai dan menjadi pusat bisnis dan perhotelan yang beralamat di Jl Rakutta Sembiring, Kelurahan Naga Pita Kecamatan Siantar Martoba, Kota Pematangsiantar ini, untuk peletakan batu pertama dilakukan langsung oleh Uspida kota itu sekitar bulan April Lalu.
Hanya saja, proses pembangunan yang melakukan proses keluar masuk material, mengakibatkan Simpang Rami persimpangan Jalan Siantar-Medan km 4,5 dengan Jl Rakutta Sembiring ini berdebu. Masyarakat mulai resah, sebab pihak pengembang tidak melakukan pembersihan setiap kali truk yang keluar masuk membawa material seperti tanah galian dari lokasi proyek.
Sebumnya, pengembang melakukan penyiraman air sepanjang jalan yang berceceran tanah. Namun, akhirnya mengakibatkan jalanan berlumpur dan tidak nyaman. Saat terik matahari memanas, lumpur mengering dan menjadi debu.
Seorang warga yang melintas di tempat itu mengatakan sangat kecewa dengan kondisi itu. "Baik juga kalau ada pembangunan, tapi kenapa justru mengabaikan kepentingan umum," ujar pria yang pengendara sepeda motor menuju Kota Pematangsiantar, Selasa (19/6/2012). Ia juga mengaku warga sekitar, namun enggan disebutkan namanya.
Pria berkulit sawo matang ini, agar pemerintah kota tetap menempatkan kewajibannya mensejahterakan rakyat. Agar pembangunan yang dilakukan pengembang juga bisa memberikan dampak positif bagi warga sekitar.
Diketahui, pembangunan gedung berlantai enam yang direncanakan untuk pusat perbelanjaan, pusat bisnis dan perhotelan tersebut telah berlangsung sejak lama. Yang diawali dengan pembangunan perumahan, dan wahana hiburan air.
Sumber : Tribunnews