Atasi Macet, Faisal-Biem akan Optimalkan Kereta Api

12:12








JAKARTA - Calon gubernur dan wakil gubernur dari jalur independen Faisal Basri dan Biem Benjamin akan memaksimalkan fungsi kereta api (KA) sebagai transportasi publik demi mengatasi kemacetan parah di ibukota.
“Pemda bisa mengoptimalkan transportasi yang sudah ada, contohnya KA. Kemacetan terjadi karena banyak komuter masuk ke Jakarta untuk bekerja dengan kendaraan pribadi. Kalau pagi, hampir 3 juta komuter masuk Jakarta dari luar ibukota,” kata Faisal di Jakarta, Selasa (19/6/2012).
Menurut Faisal, saat ini tinggal melakukan penyambungan rel kereta api dari Bintaro ke Tanjung Barat yang bisa dilakukan dengan mengikuti jalur ring road atau JORR sehingga tidak memakan banyak biaya untuk pembebasan lahan.
Hanya saja problemnya, kata Faisal, adalah sampai sekarang pemda DKI tidak pernah menaruh perhatian pada pada KA padahal PT Kereta Api pasti mau bekerja sama.
“Ini akan saling menguntungkan. Kalau kita suntik modal,
kan PT KA bisa meningkatkan target kinerja keuangan mereka sekaligus mempermudah kerja mereka,” kata dia.
Suntikan modal bisa dilakukan pada PT Commuter yang sudah ada atau membuat anak perusahaan baru secara patungan.
“Anak perusahaan itu nantinya khusus mengelola KA yang melayani para komuter maupun warga Jakarta untuk beraktivitas di ibukota,” kata dia.
Faisal menambahkan, di kawasan-kawasan stasiun luar kota nantinya akan dibuat lahan parkir yang dibangun secara vertikal.
“Selain bisa menampung lebih banyak kendaraan, konsep itu tidak makan banyak lahan sehingga bisa untuk lahan terbuka hijau atau ruang publik,” kata dia.
Sementara itu pada kesempatan yang sama, Biem menambahkan, masalah
feeder juga sudah dipikirkan.
“Metromini dan angkot diuji lagi. Yang tidak layak namun masih memiliki nilai ekonomis akan dibayar oleh pemda dan menjadi aset pemda. Para sopirnya dijadikan sopir TransJakarta atau pekerjaan lainnya karena moda transportasi ini butuh banyak sopir. Diperkirakan, kita akan menambah bus kurang lebih 1.000 armada lagi. Mereka akan digaji, bukan pakai sistem setoran, sehingga mereka tidak ngetem sehingga memperparah kemacetan,” kata Biem.
Menurut Biem mengenai persoalan dana bisa diupayakan dengan mengundang investor.
“Keseluruhan sistem ini akan bisa dijadikan perusahaan besar yang layak untuk mengundang investor. Kalau perlu go public,” kata dia.
Karena penjamin perusahaan tersebut adalah pemda, diyakini orang akan berbondong-bondong untuk berinvestasi. Dikatakan Biem, pemda juga nantinya akan menerapkan one ticket for all public transport.
“Ini adalah satu kesatuan dari konsep transportasi publik inter moda terintegrasi. Kita bayar sekali dan bisa untuk KA, bis atau feeder. Semacam karcis terusan,” pungkas Biem.

Sumber : Tribunnews.com

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »