| Illustration |
PADANG - Pengerjaan perbaikan jalan Lapaubanjung, Kelurahan Gunungsarik, jalan Belimbing dan Koronggadang akan rampung Oktober mendatang. Pasalnya, jalan-jalan tersebut telah mengalami kerusakan parah.
“Hingga kini beberapa bagian ruas jalan telah di aspal seperti jalan Belimbing dan Koronggadang,” kata Kabid Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum, Rusdi, kemarin (20/6).
Untuk sepanjang jalan Belimbing, kata Rusdi, jalan tersebut telah hampir memasuki tahap rampung. Pasalnya, seluruh jalan rusak di kawasan tersebut telah diselimuti oleh aspal baru. “Namun untuk jalan Koronggadang tersebut belum sepenuhnya rampung dan tinggal finalisasi,” ujarnya
Rusdi mengatakan, pengerjaan jalan di tiga kawasan tersebut ditargetkan selesai dalam 5 bulan dengan anggaran Rp 4 miliar. “Lima bulan ke depan warga akan menikmati jalan mulus,” ujarnya.
Di kawasan Belimbing dan beberapa titik jalan rusak di kawasan itu telah di aspal dan berbadan mulus. Namun dari beberapa ruas jalan yang masuk dalam tender itu masih terlihat rusak, salah satunya di jalan kelok Tui dan sekitarnya.
Di Simpang Gunungsarik, jalan masih bergelombang dan masih rusak. Di jalan Lapaubanjuang menuju simpang Gunungsarik terlihat mesin kontraktor bekerja.
Masyarakat yang berada di sekitar jalan yang akan diperbaiki tersebut senang. “Tentu kami senang, sudah lama jalan ini rusak,” kata Fitriyanti, 30, salah seorang warga Belimbing, Kuranji.
Hanya saja, mobilitas truk-truk bermuatan berat tetap bebas melintasi jalan-jalan kampung di pinggiran kota tersebut. Bila kondisi itu dibiarkan, jalan-jalan yang kini mulus bakal rusak kembali.
“Seharusnya camat, lurah, RT/RW, tokoh masyarakat dan pemuda di sepanjang jalan tersebut, berkumpul untuk membahas masalah ini. Harus ada kesepakatan demi menyelamatkan kondisi jalan, seperti larangan bagi truk melewati jalan Koronggadang sekitarnya. Kalau tidak begitu, lihat saja, paling enam bulan lagi jalan-jalan tersebut rusak lagi,” jelas Sri, warga Kuranji itu.
Jalan Koronggadang pasal dilalui truk-truk bermuatan pasir dan batu sungai saban hari. Dari pagi hingga sore. Bukan saja truk bermuatan pasir, tak jarang jalan-jalan Kuranji dilalui kontainer.