JAMBI - Sopir bus yang melintasi Jalur Lintas Sumatera resah dengan
aksi lempar batu yang dilakukan oleh orang tidak dikenal selama arus
mudik 2012. Terlebih lagi, belum ada satu pun pelaku yang ditangkap
terkait aksi berbahaya itu.
Menurut salah satu sopir bus jurusan Jambi-Sumatera Utara, Martius
Sitanggang, yang dilansir dari NTMC Polri, Sabtu (18/8/2012) selama
arus mudik Lebaran 2012, bus yang dia kendarai beberapa kali dilempari
batu oleh orang tak dikenal.
"Beberapa hari lalu, bus saya dilempari di dekat perbatasan
Jambi-Riau. Beruntung, batu hanya mengenai badan bus, bukan kaca," kata
dia sambil memperlihatkan bekas lemparan batu di badan bus.
Dia mengaku tak habis pikir dengan ulah orang-orang itu. Dia tidak
tahu alasan orang-orang itu melempari hampir setiap bus yang lewat.
"Bisa dikatakan dari Lampung sampai Aceh sana, sopir bus pasti pernah
dilempar batu oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab," tambah
Martius,
Menurut dia, pelaku pelemparan itu mengendarai motor atau sering
duduk-duduk di pinggir jalan raya. Dia mengatakan, kalau tidak segera
ditindak, aksi mereka bisa membahayakan sopir dan penumpang bus.
"Karena, ketika batu menghantam kaca depan bus, kaca bisa langsung
pecah. Dengan kondisi ini, sopir tidak bisa melihat jalan dan terancam
masuk jurang atau menabrak apa yang ada di depan bus," tutur dia.
Dia berharap, aparat keamanan berpatroli dan menangkap para pelaku
ini. "Kami sangat berharap kepada polisi agar bisa mencegah aksi lempar
batu yang membahayakan itu," terangnya.
Sementara ini, dia menambahkan, salah satu upaya yang bisa dilakukan
sopir dengan
pihak PO adalah memasang terali besi di depan kaca bus.
Dengan demikian, apabila ada yang melempar batu tidak bisa mengenai kaca
depan bus.
"Kami terpaksa mengeluarkan biaya lagi yang tidak sedikit untuk
keamanan dan keselamatan penumpang bus. Dengan terali besi ini, sebagai
upaya mencegah batu langsung mengenai kaca depan," ungkapnya.
Hal senada juga diungkapkan Alamina Pinem, pemilik PO Bus Rapi.
Dirinya sangat khawatir dengan aksi lempar batu tersebut. Menurut dia,
sudah banyak korban yang disebabkan aksi ini.
"Persoalan ini sudah kami laporkan kepada pihak terkait. Kami
berharap, permasalahan pelemparan batu di jalan lintas bisa diatasi
aparat keamanan," harapnya.
Secara terpisah, Kabid Humas Polda Jambi, AKBP Almansyah, mengatakan, selama Ramadan tahun ini, pihaknya belum mendapat laporan terkait insiden itu. Polda Jambi, menurut dia, sudah menggelar Operasi Ketupat selama arus mudik dan balik. "Kami belum mendapatkan laporan mengenai pelemparan batu ke bus.