SUMEDANG - Kecelakaan maut tak bisa dihindari di
jalur alternatif Parakanmuncang-Simpang, Akibat
tabrakan itu dua pengemudi motor dari dua arah berlawanan tewas dengan
luka mengenaskan.
Benturan keras dua motor dari arah berlawanan ini membuat kaget para
tukang ojek yang mangkal di Kampung Cikondang, Desa Haurgombong,
Kecamatan Pamulihan.
"Tabrakannya keras sekali. Dua motor dari arah yang berbeda itu
tabrakan telak sekali dan pengemudinya sampai terlempar," kata saksi
mata, seorang pengemudi ojek, kemarin.
Lokasi tabrakan sebenarnya jalan lurus, tapi tidak ada lampu
penerangan jalan umum sehingga kondisi gelap. Tabrakan terjadi ketika
motor Suzuki Spin Z 5899 AL yang dikemudian Firman (22) mencoba
mendahului sebuah mobil di depannya.
Warga Panjalu, Ciamis, ini melaju dengan kecepatan tinggi dari arah Parakanmuncang ke Simpang dengan membonceng Ujang Suparman (16) asal Sukatani, Purwakarta.
Nahas, saat mencoba mendahului mobil yang tak diketahui pelat
nomornya itu, dari arah berlawanan datang motor Yamaha Jupiter D 4123 HF
yang dikemudikan Ade Zaenudin asal Sindanggalih, Kecamatan Cimanggung.
"Tabrakan tak bisa dihindari. Kedua pengemudi motor tewas dalam
perjalanan ketika dibawa ke rumah sakit. Sedangkan Ujang yang dibonceng
luka berat kaki kanannya patah," kata Kasat Lantas AKP Adanan Mangopang,
Selasa (14/8/2012).
Kedua sepeda motor rusak berat akibat benturan yang keras. Tangis
pecah di ruang instalasi kamar mayat. Keluarga pengemudi motor hanya
bisa melihat kondisi mayat pengendara motor yang berlumuran darah.
Tewasnya dua pengendara motor ini menambah rangkaian panjang daftar
orang tewas di jalan. Sudah 10 orang tewas akibat kecelakaan sejak awal
Agustus ini.
One Way Tanjungsari
Arus mudik pada H-5 kemarin sudah mulai tampak yang masuk ke Sumedang. Para pemudik baik dari arah Bandung maupun Subang sudah mulai terlihat masuk jalur tengah.
Arus mudik pada H-5 kemarin sudah mulai tampak yang masuk ke Sumedang. Para pemudik baik dari arah Bandung maupun Subang sudah mulai terlihat masuk jalur tengah.
Namun kedatangan kendaraan pemudik baik yang memakai mobil pribadi, bus, maupun motor masih belum terlihat melonjak.
Di jalur tengah Jatinangor-Tanjungsari-Sumedang-Tomo, kendaraan sudah
sangat padat. Di kawasan Tanjungsari, Polres sudah mulai memberlakukan
one way jika antrean kendaraan cukup memanjang dari arah Bandung maupun
Sumedang.
Sistem buka-tutup segera dilakukan mulai dari Alun-alun Tanjungsari
sampai Cinanjung yang berbatasan dengan Jatinangor. "One way
diberlakukan jika kendaraan padat dari kedua arah baik dari Bandung
maupun Sumedang," kata Adanan Mangopang, kemarin.
Ia menyebutkan jika kendaraan memanjang dari Jatinangor-Bandung maka
kendaraan mulai ditutup dan dimasukkan ke bahu jalan mulai Alun-alun
Tanjungsari. "Kendaraan dari arah Jatinangor bisa ditarik dengan pola
one way sehingga antrean bisa diurai. Begitu juga sebaliknya," katanya.
Supaya tak terjadi antrean panjang dari arah Sumedang, sebagian
kendaraan dari arah Sumedang tujuan Bandung juga dibelokkan masuk ke
Simpang- Parakanmuncang.
Kepadatan kendaraan yang masuk ke Tanjungsari-Jatinangor dan
sebaliknya tersendat di depan Pasar Tanjungsari dan pusat perbelanjaan
modern sekitar Alun- alun. Polisi memprediksi kepadatan arus mudik akan
mulai terasa Kamis (16/8) malam karena Jumat (17/8) sudah mulai libur.