TASIKMALAYA - Jajaran Satlantas Polres Tasikmalaya Kota mulai melakukan pengawalan terhadap pemudik yang menggunakan sepeda motor.
Pengawalan dilakukan mulai dari kawasan Gentong, Kecamatan Kadipaten, hingga Kota Tasikmalaya.
Upaya pengawalan untuk memberikan rasa aman serta kelancaran arus lalu-lintas tersebut sudah dilakukan .
Pengawalan dilakukan terutama jika muncul rombongan pemudik pengguna
sepeda motor dalam jumlah besar. Petugas langsung melakukan pengawalan
dengan sepeda motor gede yang dilengkapi sirene.
"Pengawalan dilakukan selain memberikan rasa aman bagi pengemudi dan
penumpangnya, juga untuk menghindari kemacetan. Karena kalau dibiarkan
sendiri-sendiri cenderung tidak tertib," kata Kasat Lantas Polres
Tasikmalaya Kota, AKP Rano H.
Berdasarkan catatan kepolisian, angka kecelakaan lalu-lintas lebih
dari 80 persen disebabkan oleh sepeda motor. Korban terbanyak pun, ujar
Rano, baik yang luka-luka maupun meninggal dunia adalah pengendara dan
penumpang sepeda motor.
"Untuk mengurangi angka kecelakaan sepeda motor, kita kawal mereka," ujar Rano.
Seorang pemudik warga Kampung Pasirangin, Kelurahan Cibunigeulis,
Kecamatan Bungursari, Kota Tasikmalaya, Yayat (46), mengatakan rombongan
pemudik sepeda motor yang dipimpinnya tiba di perbatasan
Garut-Tasikmalaya di kawasan Gentong, sekitar pukul 10.00, setelah
memulai perjalanan mudik dari Bekasi selesai salat Subuh.
"Alhamdulillah setiba di kawasan Gentong mendapat pengawalan polisi.
Perjalanan terasa lebih nyaman dan aman. Pada perjalanan sebelumnya kita
tegang juga karena harus bersaing dengan kendaraan roda empat dan bus.
Apalagi kita rombongan dan kerap menghambat arus," ujarnya.
Dengan mendapat pengawalan, kata Yayat, perjalanan pun selain aman
juga lebih lancar. Karena kendaraan lain memberikan kesempatan, baik
dari searah maupun yang berlawanan.
"Kita berharap saat balik nanti juga mendapat pengawalan," kata Yayat.
"Kita berharap saat balik nanti juga mendapat pengawalan," kata Yayat.