Jakarta - Tak kunjung diperbaiki, lubang berdiameter sekitar 75 centimeter yang terletak di Jalan Dr. Saharjo, Manggarai, Jakarta Selatan, memakan korban. Kamis (16/08/2012) malam, pukul 23.00 WIB, dua orang pengendara sepeda motor jatuh bersamaan setelah salah satunya masuk ke lubang di tengah jalan itu.
Jarwanto tak menyangka jika ada lubang besar setelah ia melewati tikungan, di salah satu ruas jalan Dr. Saharjo itu. Walhasil, roda depannya masuk ke dalam lobang, dan ia terjatuh. Seorang pemotor yang juga rekan Jarwanto, ikut terjatuh.
“Setelah tikungan, saya kaget, nggak nyangka ada lubang besar di tengah jalan. Motor oleng, terus saya jatuh. Teman yang berada di belakang saya juga jatuh,” ujar Jarwanto yang mengaku hendak membawa dagangannya, bungkus ketupat, untuk dijual ke Pasar Palmerah, kepada Wartakotalive, ditempat kejadian.
Jarwanto mengalami luka ringan. Kakinya terkilir dan beberapa bagian kakinya tergores. Namun ia mengeluhkan adanya lubang besar di tengah jalan yang menurutnya sangat berbahaya itu. “Padahal jalan ini kan ramai. Masak ya pihak PU (Pekerjaan Umum) nggak benerin jalan yang berlubang ini,” ujarnya sambil terpincang-pincang membereskan barang bawaannya.
Johny, warga Manggarai, menuturkan bahwa lubang di tengah jalan itu sudah ada sejak lama. Ia menyayangkan lambannya penanganan Dinas PU untuk memperbaiki jalan rusak itu.
“Mereka (DPU) terkesan cuek. Kemarin, sekitar dua hari lalu, sudah ada petugas yang datang. Saya kira mau diperbaiki. Tapi ternyata cuma disedot saja airnya. Padahal lubangnya besar dan dalam dan itu bisa membahayakan pengendara yang melintas,” terangnya sambil menjelaskan bahwa di bawah lubang itu ada sebuah aliran sungai.
Ditambahkan Johny, bahwa bukan hanya kali ini saja terjadi kecelakaan akibat adanya jalan berlubang itu. “Sudah ada puluhan kali (kecelakaan) dalam seminggu ini. Tadi siang juga ada cewek yang jatuh, nggak lihat lubang itu karena jalanan ramai,” ujarnya.
Sebagai warga, Johny berharap, agar Dinas Pekerja Umum segera melakukan perbaikan, untuk menghindari kecelakaan-kecelakaan yang mungkin saja terjadi. Pasalnya, lokasi jalanan berlubang itu berada di tikungan, sehingga banyak pengendara, khususnya pengguna sepeda motor yang tidak melihat adanya lubang besar itu.
Semenjak terjadi kecelakaan yang menimpa dua korban penjual bungkus ketupat itu, beberapa warga menaruh ban serta kayu, sebagai peringatan untuk pengendara yang melintas.
Jarwanto tak menyangka jika ada lubang besar setelah ia melewati tikungan, di salah satu ruas jalan Dr. Saharjo itu. Walhasil, roda depannya masuk ke dalam lobang, dan ia terjatuh. Seorang pemotor yang juga rekan Jarwanto, ikut terjatuh.
“Setelah tikungan, saya kaget, nggak nyangka ada lubang besar di tengah jalan. Motor oleng, terus saya jatuh. Teman yang berada di belakang saya juga jatuh,” ujar Jarwanto yang mengaku hendak membawa dagangannya, bungkus ketupat, untuk dijual ke Pasar Palmerah, kepada Wartakotalive, ditempat kejadian.
Jarwanto mengalami luka ringan. Kakinya terkilir dan beberapa bagian kakinya tergores. Namun ia mengeluhkan adanya lubang besar di tengah jalan yang menurutnya sangat berbahaya itu. “Padahal jalan ini kan ramai. Masak ya pihak PU (Pekerjaan Umum) nggak benerin jalan yang berlubang ini,” ujarnya sambil terpincang-pincang membereskan barang bawaannya.
Johny, warga Manggarai, menuturkan bahwa lubang di tengah jalan itu sudah ada sejak lama. Ia menyayangkan lambannya penanganan Dinas PU untuk memperbaiki jalan rusak itu.
“Mereka (DPU) terkesan cuek. Kemarin, sekitar dua hari lalu, sudah ada petugas yang datang. Saya kira mau diperbaiki. Tapi ternyata cuma disedot saja airnya. Padahal lubangnya besar dan dalam dan itu bisa membahayakan pengendara yang melintas,” terangnya sambil menjelaskan bahwa di bawah lubang itu ada sebuah aliran sungai.
Ditambahkan Johny, bahwa bukan hanya kali ini saja terjadi kecelakaan akibat adanya jalan berlubang itu. “Sudah ada puluhan kali (kecelakaan) dalam seminggu ini. Tadi siang juga ada cewek yang jatuh, nggak lihat lubang itu karena jalanan ramai,” ujarnya.
Sebagai warga, Johny berharap, agar Dinas Pekerja Umum segera melakukan perbaikan, untuk menghindari kecelakaan-kecelakaan yang mungkin saja terjadi. Pasalnya, lokasi jalanan berlubang itu berada di tikungan, sehingga banyak pengendara, khususnya pengguna sepeda motor yang tidak melihat adanya lubang besar itu.
Semenjak terjadi kecelakaan yang menimpa dua korban penjual bungkus ketupat itu, beberapa warga menaruh ban serta kayu, sebagai peringatan untuk pengendara yang melintas.
Sumber: Wartakota