PALANGKARAYA - Pemudik baik yang
menggunakan kendaraan roda empat maupun roda dua yang melintas di Jalan
Trans Kalimantan, Palangkaraya, Kalimantan Tengah, mengaku terganggu
dengan adanya kebakaran lahan di pinggiran jalan penghubung lintas
Kalimantan itu.
Akibat pembakaran lahan itu, trans Kalimantan terutama pagi dan malam sempat tertutup kabut asap.
"Awalnya saya ingin berangkat ke Sampit subuh, tetapi terpaksa batal dan berangkat agak karena kabut asap. Jika tetap dipaksakan berangkat pagi, khawatirnya terjadi masalah di jalan, makanya saya pilih pulang ke Sampit agak siang," kata Awaluddin, warga Sampit yang ingin mudik ke Sampit menggunakan sepeda motor, Kamis (16/8/2012) saat berada di Palangkaraya.
Pantauan, pagi ini, kabut asap disertai dengan bau menyengat masih menyelimuti Kota Cantik Palangkaraya. Jarak pandang yang pendek, memaksa pengendara mengurangi kecepatan.
Akibat pembakaran lahan itu, trans Kalimantan terutama pagi dan malam sempat tertutup kabut asap.
"Awalnya saya ingin berangkat ke Sampit subuh, tetapi terpaksa batal dan berangkat agak karena kabut asap. Jika tetap dipaksakan berangkat pagi, khawatirnya terjadi masalah di jalan, makanya saya pilih pulang ke Sampit agak siang," kata Awaluddin, warga Sampit yang ingin mudik ke Sampit menggunakan sepeda motor, Kamis (16/8/2012) saat berada di Palangkaraya.
Pantauan, pagi ini, kabut asap disertai dengan bau menyengat masih menyelimuti Kota Cantik Palangkaraya. Jarak pandang yang pendek, memaksa pengendara mengurangi kecepatan.