TANGERANG-Proyek perbaikan Jalan Raya Gatot Subroto, Kecamatan Jati
Uwung, sebagai persiapan arus mudik Lebaran, mendapat keluhan dan protes
dari pengguna jalan. Hal ini dikarenakan, setiap hari jalan tersebut
macet sehingga aktivitas warga terganggu.
Menurut Rahmat, salah seorang pekerja di kawasan Industri Manis, Jati Uwung, dirinya terganggu dengan pengecoran jalan yang sedang dilakukan, karena menyebabkan kemacetan panjang setiap harinya apalagi ketika jam-jam sibuk pagi dan sore hari. “Setiap berangkat dan pulang kerja pasti macet panjang. Saya harus memutar untuk menuju tempat kerja, supaya tidak terjebak macet. Selain itu saya juga tidak melihat ada petugas Dinas Perhubungan, hanya ada petugas kepolisian yang mengatur lalu lintas,” ungkapnya. Hal senada juga diutarakan oleh Ahmad, salah seorang sopir angkot jurusan Balaraja. Dirinya mengaku jika semenjak adanya proyek pengecoran ini waktu tempuh yang menjadi lebih lama dan terkadang dirinya harus memutar balik karena kemacetan bisa berjam-jam. “Waduh Mas biasanya seharian itu saya bisa sampai empat rit, sekarang tiga rit saja sudah lumayan. Kalau keadaannya seperti ini terus bagaimana bisa kejar setoran. Yang ada bisa nombok, mana sebentar lagi Lebaran,” tandasya.
Sementara itu berdasarkan pantauan Radar Banten, proyek pengecoran Jalan Gatot Subroto yang merupakan jalur utama para pemudik menuju Pelabuhan Merak ini sudah berlangsung sejak dua bulan terakhir, dilakukan mulai kawasan Jati Uwung-Jalan Raya Serang Km 21 Balaraja. Proyek pengecoran ini hanya menyisakan setengah ruas jalan untuk dilewati kendaraan, sehingga antrean tidak terhindarkan. Proyek ditargetkan selesai pada H-10 Lebaran.