Empat naskah kerjasama antara tiga provinsi pun ditandangani pada acara ini, yaitu tentang pembukaan koridor utama Busway jalur Jakarta-Bekasi, kesehatan lintas batas di wilayah Jabodetabekjur, penyelenggaran pendidikan di daerah lintas dan penanganan penyandang masalah kesejahteraan sosial di wilayah Jabodetabekjur.
Dalam sambutannya, Gubernur Jabar Ahmad Heryawan mengatakan, bahwa BKSP ini merupakan kolaborasi tiga provinsi yang saling berbatasan agar bisa berjalan Selaras serasi seimbang.
Empat kerjasama yang ditandatangani, menurutnya perlu disinergikan agar pembangunan di ketiga provinsi bisa lebih optimal.
Untuk pembangunan transportasi misalnya, menurutnya penting karena setiap harinya ada 2,4 juta imigran harian yang masuk ke Jakarta dari Tanggerang, Bekasi, Depok dan Bogor. Sehingga harus dibuat akses transportasi yang baik
"Moda transportasi yang menghubungkan Jakarta dan wilayah lainnya sangat wajar untuk dibuat jika melihat kondisi yang ada," ujar Heryawan saat memberikan sambutannya dalam Rapat Paripurna Badan Kerjasama Pembangunan Jabodetabekjur di Ballroom Hotel Grand Panghegar, Jalan Merdeka, Selasa (23/10/2012).
Begitu juga dengan masalah pendidikan, di mana saat ini banyak warga Jabar-DKI Jakarta dan Banten yang bersekolah atau kuliah bukan di provinsinya.
"Jadi jangan dilarang kalau ada warga Banten yang sekolah di DKI atau warga DKI yang mau kuliah di Jabar," katanya.
Namun dalam pelaksanaan kerjasama ini Heryawan meminta agar ditunjuk pimpinannya sehingga ada komando. Selain itu harus dibuat juga target pendanaan, target program dan lainnya.
Rapat yang membahas persoalan tiga provinsi ini, sayangnya tidak dihadiri dua kepala daerah lainnya yaitu DKI Jakarta dan Banten. Gubernur DKI Jakarta Jokowi dan Gubernur Banten Atut mewakilkan dirinya pada pejabat lainnya.
Jokowi mewakilkan dirinya pada Sekda DKI Jakarta sementara Atut mewakilkan pada Asisten Pemerintahan. Rapat ini diikuti oleh Bupati atau Walikota yang didampingi atau diwakilkan oleh Sekda atau Bappeda. Terlihat hadir dalam rapat ini yaitu Bupati Bogor Rahmat Yasin dan Bupati Tangerang Selatan Airin.
Absennya Jokowi disayangkan peserta yang hadir. "Sayang sekali yang hadir bukan gubernur. Padahal disini banyak dibahas permasalahan seputar Jakarta yang harus diketahui. Bukan kami yang membuat masalah di Jakarta, tapi Jakarta yang bikin maslahn," ujar Bupati Bogor Rahmat Yasin.
Heryawan pun sempat menyindir hal itu. "Padahal yang bangun hutan beton di Puncak kan orang Jakarta juga. Tapi ya bukan berarti kita bisa saling menyalahkan. Karena bagaimanapun permasalahan terjadi karena adanya variabel lain. Dan solusinyalah yag harus kita cari bersama," katanya.