Blangkejeren - Lubang yang bertebaran di sepanjang ruas jalan provinsi, dari Gayo Lues (Galus) menuju Aceh Barat Daya (Abdya) mulai diperbaiki secara per bagian, khususnya lubang ditutupi dengan aspal. Rerumputan berduri yang menutupi sisi kiri dan kanan jalan juga mulai dibersihkan.
Berdasarkan pantauan Serambi kemarin, ruas jalan dari Blangkejeren menuju Kutapanjang sedang diperbaiki. Khususnya mulai dari depan Masjid Agung As-Shalihin, Kecamatan Blangkejeren hingga kawasan Desa Tampeng, Kecamatan Kutapanjang, baik menutupi lubang maupun membabat rumput.
“Untuk kanan kiri jalan dari Blangkejeren hingga Kutapanjang yang dipenuhi rumput berduri sudah dibersihkan dengan cara dibabat dengan panjang puluhan kilometer dan hanya tersisa sedikit lagi,” ujar Riduan dibenarkan puluhan warga Kutapanjang.
Dia menyebutkan, lubang yang sudah seperti kubangan kerbau yang menghiasi badan jalan juga sudah ditambal dengan aspal. Riduan bersama warga berharap, agar badan jalan yang belum diaspal agar segera diaspal atau yang berlubang ditutupi dengan aspal untuk mencegah korban kecelakaan.
Warga Kutapanjang itu meminta pelaksana perbaikan jalan agar memacu pekerjaan, sehingga para pengendara dari dua arah, baik dari Galus maupun Abdya tidak perlu was-was lagi saat melintas ruas jalan tersebut.
“Dalam dua tahun terakhir ini, sempat muncul kesan, ruas jalan dari Blangkejeren hingga Babaharot, perbatasan dengan Blangpidie (Abdya) tidak pernah dilakukan pemeliharan maupun perawatan, sehingga berlubang serta di beberapa titik rusak parah,” ujar Hasbi, juga warga Kutapanjang.
Dia meminta pihak terkait agar tidak hanya sekedar memperbaiki lubang pada badan jalan, tetapi juga harus memperbaiki beberapa titik badan jalan yang amblas dan longsor.
Sebelumnya, Plh Kadis PU Galus, Abd Rasyad, Senin (5/11/2012) menegaskan pihaknya tidak memplotkan dana pemeliharaan jalan provinsi. Hal tersebut terkait tidak adanya perawatan ruas jalan Blangkejeren-Pining dan Blangkejeren-Terangun yang merupakan wewenang Dinas BMCK Provinsi Aceh.
Dia mengakui, ruas jalan tersebut telah bertaburan lubang dan rumput berduri di sisi kanan-kiri jalan. “Dinas PU Galus tidak berani mengalokasikan anggaran untuk pemeliharaan kedua ruas jalan provinsi tersebut, karena itu bukan di bawah kewenangan Dinas PU Galus untuk memeliharanya,”sebut Abd Rasyad.
Berdasarkan pantauan Serambi kemarin, ruas jalan dari Blangkejeren menuju Kutapanjang sedang diperbaiki. Khususnya mulai dari depan Masjid Agung As-Shalihin, Kecamatan Blangkejeren hingga kawasan Desa Tampeng, Kecamatan Kutapanjang, baik menutupi lubang maupun membabat rumput.
“Untuk kanan kiri jalan dari Blangkejeren hingga Kutapanjang yang dipenuhi rumput berduri sudah dibersihkan dengan cara dibabat dengan panjang puluhan kilometer dan hanya tersisa sedikit lagi,” ujar Riduan dibenarkan puluhan warga Kutapanjang.
Dia menyebutkan, lubang yang sudah seperti kubangan kerbau yang menghiasi badan jalan juga sudah ditambal dengan aspal. Riduan bersama warga berharap, agar badan jalan yang belum diaspal agar segera diaspal atau yang berlubang ditutupi dengan aspal untuk mencegah korban kecelakaan.
Warga Kutapanjang itu meminta pelaksana perbaikan jalan agar memacu pekerjaan, sehingga para pengendara dari dua arah, baik dari Galus maupun Abdya tidak perlu was-was lagi saat melintas ruas jalan tersebut.
“Dalam dua tahun terakhir ini, sempat muncul kesan, ruas jalan dari Blangkejeren hingga Babaharot, perbatasan dengan Blangpidie (Abdya) tidak pernah dilakukan pemeliharan maupun perawatan, sehingga berlubang serta di beberapa titik rusak parah,” ujar Hasbi, juga warga Kutapanjang.
Dia meminta pihak terkait agar tidak hanya sekedar memperbaiki lubang pada badan jalan, tetapi juga harus memperbaiki beberapa titik badan jalan yang amblas dan longsor.
Sebelumnya, Plh Kadis PU Galus, Abd Rasyad, Senin (5/11/2012) menegaskan pihaknya tidak memplotkan dana pemeliharaan jalan provinsi. Hal tersebut terkait tidak adanya perawatan ruas jalan Blangkejeren-Pining dan Blangkejeren-Terangun yang merupakan wewenang Dinas BMCK Provinsi Aceh.
Dia mengakui, ruas jalan tersebut telah bertaburan lubang dan rumput berduri di sisi kanan-kiri jalan. “Dinas PU Galus tidak berani mengalokasikan anggaran untuk pemeliharaan kedua ruas jalan provinsi tersebut, karena itu bukan di bawah kewenangan Dinas PU Galus untuk memeliharanya,”sebut Abd Rasyad.