| illustrasi |
Jakarta - Pengendara motor Jaya Sajan (40) meninggal tragis terlindas trailler 40 feet muatan besi batangan atau slap, di wilayah Koja, Jakarta Utara, Minggu pagi tadi (18/11).
Peristiwa terjadi sekitar pukul 07.00 di Jalan Raya Pelabuhan depan Pos 9 Tanjung Priok. Kejadian tersebut sempat menyebabkan arus lalu lintas mengalami kemacetan karena trailer berada ditengah jalan sedang kondisi jalan menyempit.
Menurut Aiptu Akub Sumantri dari Polantas Unit Laka Koja, kejadian tragis itu berawal saat trailler bernomor polisi (nopol) B 9907 dengan muatan besi batangan keluar dari Pos 9 Pelabuhan Tanjung Priok menuju arah Cilincing. Tiba-tiba korban yang mengendarai motor Vario dengan nopol T 6931 VO menyalip dari sebelah kiri.
Namun upaya korban untuk menyalip gagal sedangkan ruas jalan semakin menyempit ke depan. Korban lalu menyenggol pembatas jalan di sebelah kiri kemudian terpental dan jatuh ke kolong chachis trailler lalu terlindas roda belakang.
Mengetahui ada orang terjatuh di belakang sopir trailler, Ismail, 23, pun berusaha berhenti. "Menurut pengakuan, dia (sopir) tersebut berusaha berhenti namun sudah terlambat," ungkap Akub kepada Media Indonesia, Minggu siang (18/11).
Korban, lanjutnya, diduga meninggal seketika saat terpental masuk ke kolong trailler dan terlindas roda belakang pada bagian perutnya.
Korban yang diketahui warga Kampung Krajan Rt 05/02, Pabuaran, Subang, Jawa Barat, itu kemudian dikirim ke RS Cipto Mangunkusumo untuk keperluan otopsi. "Sementara itu petugas sudah mengamankan sopir kendaraan untuk proses penyelidikan dan penyidikan," kata Akub.
Peristiwa terjadi sekitar pukul 07.00 di Jalan Raya Pelabuhan depan Pos 9 Tanjung Priok. Kejadian tersebut sempat menyebabkan arus lalu lintas mengalami kemacetan karena trailer berada ditengah jalan sedang kondisi jalan menyempit.
Menurut Aiptu Akub Sumantri dari Polantas Unit Laka Koja, kejadian tragis itu berawal saat trailler bernomor polisi (nopol) B 9907 dengan muatan besi batangan keluar dari Pos 9 Pelabuhan Tanjung Priok menuju arah Cilincing. Tiba-tiba korban yang mengendarai motor Vario dengan nopol T 6931 VO menyalip dari sebelah kiri.
Namun upaya korban untuk menyalip gagal sedangkan ruas jalan semakin menyempit ke depan. Korban lalu menyenggol pembatas jalan di sebelah kiri kemudian terpental dan jatuh ke kolong chachis trailler lalu terlindas roda belakang.
Mengetahui ada orang terjatuh di belakang sopir trailler, Ismail, 23, pun berusaha berhenti. "Menurut pengakuan, dia (sopir) tersebut berusaha berhenti namun sudah terlambat," ungkap Akub kepada Media Indonesia, Minggu siang (18/11).
Korban, lanjutnya, diduga meninggal seketika saat terpental masuk ke kolong trailler dan terlindas roda belakang pada bagian perutnya.
Korban yang diketahui warga Kampung Krajan Rt 05/02, Pabuaran, Subang, Jawa Barat, itu kemudian dikirim ke RS Cipto Mangunkusumo untuk keperluan otopsi. "Sementara itu petugas sudah mengamankan sopir kendaraan untuk proses penyelidikan dan penyidikan," kata Akub.