"Kalau banjirnya masih bisa dilewati, maka kita akan menyiapkan derek. Supaya kalau mobilnya mogok, langsung diderek. Ada 31, semuanya siaga semua," tutur Pristono di Balai Kota DKI, Jl Medan Merdeka Selatan, Rabu (26/12/2012).
Pristono mengatakan petugas Dishub sudah melakukan langkah-langkah untuk mengatasi kemacetan ketika genangan air muncul seperti pengalihan arus. Namun kemacetan tetap tak terhindarka karena ternyata jalur alternatif juga macet.
"Yang dilakukan Dishub ya ini, pengalihan arus. Lalu kita cari jalan pararel, tapi kan jalan pararel juga macet. Istilahnya suruh milih, satu kuburan dan satu rumah sakit. Kalau masuk ke sini (jalan banjir) masuk kuburan," katanya.
Penanganan genangan air di Jakarta butuh penanganan lintas sektoral. Untuk pembenahan gorong-gorong tanggung jawab Dinas PU, sementara untuk urusan penyedotan air dari gorong-gorong ke sungai adalah urusan dinas pemadam kebakaran.
"Karena curah hujan yang tinggi, banjir dan genangan air sulit dicegah. Jadi harus ada emergency planningnya dan emergency action..misalnya pemadam kebakaran. Kalau memungkinkan banjir itu disedot, kalau masih memungkinkan akan dibuang ke sungai. Tapi ada problem juga kalau sungainya penuh," terangnya.
"Maka sekarang bersama Dinas PU akan melihat lagi gorong-gorong di Thamrin. Kita lihat salurannya seperti apa. Apakah sedotannya dia itu sudah cukup efektif atau belum," tambahnya.