Kecelakan tersebut terjadi ketika, Usman, 44 dan adiknya, Darsa, 30 berboncengan sepeda motor Mio B 6375 UST. Saat berputar arah tiba-tiba truk kontainer B 9648 UEJ yang dikemudikan Apipudin, 27 melaju dengan kecepatan tinggi. Usman tewas lantaran kepalanya pecah terlindas truk kontainer.
Darsa, mengatakan saat itu motor yang dikendarai bersama kakaknya hendak belok kiri di perempatan Cilincing, tiba-tiba ada truk kontainer di sebelah kanannya dari arah Tanjungpriok ke Cakung. Karena sang kakak tidak bisa mengendalikan kemudi sepeda motornya, kedua kakak beradik ini langsung terjatuh. Naas, bagi sang kakak Usman terlempar ketengah jalan dan disambar truk kontainer dari belakang.
Sedangkan, Darsa kaki kanannya patah, sehingga langsung dievakuasi ke RSUD Koja, Jakarta Utara. “Kakak saya kagok kemudikan setirnya karena tiba-tiba ada truk kontainer dari sebelah kanan.
Kemudian, jalan berpasir dan menyempit sehingga motor langsung jatuh ke kanan,” ujar Darsa.
Selang beberapa menit kemudian kecelakaan kedua terjadi di seberang jalan lokasi kecelakaan pertama di Jl Raya Cilincing. Sepeda motor B 6149 UWL yang juga dikendarai kakak beradik, Leni, 32 dan Lia, 24 ini juga ditabrak truk kontainer. Saat itu, Lia hendak diantar kakaknya pergi ke sekolah. Akibatnya, sang adik Lia yang masih duduk di kelas 1 SMA Sari Putra Koja patah tangan kanannya, karena tergilas ban truk kontainer. Sedangkan, sang kakak tidak mengalami luka-luka. Sementara sopir truk kabur.
Menurut sejumlah warga , penyebab kecelakaan ini diduga karena lokasi jalan berpasir dan licin dari proyek pembangunan jalan tol. Terlebih jalan ini selalu dilintasi kendaraan berat truk kontainer.
“Kami masih menyelidiki kasus ini dengan memintai keterangan sopir dan saksi-saksi. Jenazah korban sudah dibawa ke RSCM untuk diotopsi,” kata Kanit Laka Lantas Polres Jakarta Utara, AKP Daud Iskandar.