Penyebab Jakarta Tak Pernah Bebas Banjir

12:20

Banjir merendam puluhan rumah di Rawa Jati, Jakarta

Jakarta  – Banjir sepertinya terus menjadi makanan warga Jakarta setiap tahunnya. Mendekati musim hujan, warga ibukota dibuat pusing lantaran harus menyiapkan diri dari ancaman banjir.
Berbagai upaya terus dilakukan oleh pemerintah seperti pembangunan Banjir Kanal Timur dan juga Banjir Kanal barat. Bahkan baru-baru ini pemerintah berencana akan membangun giant sea wall untuk melindungi Jakarta dari banjir akibat penurunan muka tanah.  

Namun tampaknya hal itu tidak berdampak signifikan. Beberapa hari belakangan, warga tetap saja disajikan dengan pemandangan banjir. Hal itulah yang dicoba dijawab oleh Geolog Andang Bachtiar.

Andang yang merupakan mantan Ketua Ikatan Ahli Geologi Indonesia ini mengatakan Jakarta merupakan adalah tinggian tektonik. Dan inilah yang membuat tanah turun secara terus menerus.

Di Jakarta, menurutnya tidak pernah terjadi peresapan air laut ke dalam lapisan air tanah. "Malahan yang terjadi sebaliknya, banyak air tawar yang keluar sebagai mata air di pantai dan teluk Jakarta,".

Hal inilah yang menyebabkan muka tanah di Jakarta terus menurun di tiap tahunnya. Sebenarnya sejak 2002 hasil penelitian Institut Teknik Bandung (ITB) dan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) telah disosialisasikan.

Hasil penelitian tersebut juga dikuatkan oleh pemetaan sifat kimia air tanah seluruh daerah DKI dalam 10 tahun terakhir. Namun, pihak pemegang birokrasi tidak juga menganggapnya.

Ia menambahkan Teluk Jakarta sebenarnya adalah tinggian lokal yang posisinya lebih tinggi daripada daratan ke dalam yang disebut West Ciputat Low. Hal inilah yang menjelaskan kenapa ada 13 sungai yang mengalir di Jakarta dan membawa sedimen ke arah teluk, namun di teluk tidak terbentuk delta.

Sedimen-sedimen yang dibawa sungai sebagian besar diendapkan di rendahan Ciputat Barat yaitu daratan Jakarta. “Inilah yang secara geomorfologi disebut sebagai dataran banjir Jakarta,” jelasnya.

Dataran banjir Jakarta inilah yang menyebabkan air sungai yang masuk ke Teluk Jakarta hanya menyisakan suspensi halus dan arus yang lemah. 

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »