Ratusan warga di dua kecamatan tersebut kemudian mengungsi ke badan jalan tol Tangerang-Merak tepatnya di KM 57 Desa Undar Andir Kecamatan Kragilan.
"Sejak pukul 14.00 WIB
warga sudah mendirikan tenda di dalam tol, mereka mencari tempat yang
tinggi sebab wilayahnya sudah terendam air," jelas petugas tol Marga
Mandala Sakti, Santo, Rabu 9 Januari 2013.
Camat Kibin Nanang Supriatna mengatakan tiga desa di wilayahnya saat ini terendam air, yaitu Desa Nagara,Tambak, dan Cijeruk. "Warga sudah dievakuasi ke tempat pengungsian di Kampung Patapan," kata dia. Dari data yang diperoleh, Nanang menjelaskan, 358 KK di Desa Nagara Kampung Kangkung kebanjiran. Sementara itu di Kampung Pulo (78 KK), Kampung Sindang (28 KK), perumahan Negara (145 KK).
"Yang paling parah terendam yaitu di Kampung Pulo ketinggian air mencapai 1,70 meter," jelas Nanang. Kampung lainnya yang terendam banjir yaitu di Desa Tambak terdiri dari Cikosong (30 KK), Pasir (20 KK). Desa Cijeruk (17 KK), dan kampung Ciageng (17 KK). Hingga sore ini petugas masih melakukan pendirian tempat evakuasi dan mendirikan dapur umum.
Camat Kibin Nanang Supriatna mengatakan tiga desa di wilayahnya saat ini terendam air, yaitu Desa Nagara,Tambak, dan Cijeruk. "Warga sudah dievakuasi ke tempat pengungsian di Kampung Patapan," kata dia. Dari data yang diperoleh, Nanang menjelaskan, 358 KK di Desa Nagara Kampung Kangkung kebanjiran. Sementara itu di Kampung Pulo (78 KK), Kampung Sindang (28 KK), perumahan Negara (145 KK).
"Yang paling parah terendam yaitu di Kampung Pulo ketinggian air mencapai 1,70 meter," jelas Nanang. Kampung lainnya yang terendam banjir yaitu di Desa Tambak terdiri dari Cikosong (30 KK), Pasir (20 KK). Desa Cijeruk (17 KK), dan kampung Ciageng (17 KK). Hingga sore ini petugas masih melakukan pendirian tempat evakuasi dan mendirikan dapur umum.