Ciamis - Jalur utama lintas selatan antara Cilacap, Jawa Tengah dan Kota Banjar di Jawa Barat di Desa Panulisan, Kecamatan Dayeuhluhur, Cilacap, sejak Sabtu (5/1/2013) pukul 19.00 akhirnya dibuka kendati diberlakukan sitem buka-tutup. Jalur tersebut sejak Kamis malam ditutup akibat badan jalan tertutup material dari tebing di tepi jalan yang longsor.
Kepala Balai Pelaksana Teknis Dinas Bina Marga Jateng wilayah Cilacap, Edy Gunawan mengatakan, arus kendaraan di jalur selatan dibuka untuk sementara waktu, setelah pembersihan material longsoran berhasil dibersihkan Sabtu tadi. "Ruas jalan dibuka setelah permukaan jalan dibersihkan dari lumpur sisa material longsoran dan kerikil yang tersisa," katanya.
Meskipun demikian, Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Cilacap Wasi Ariyadi mengatakan, jalur akan ditutup kembali pada Minggu (6/1/2013), karena petugas harus mengangkut material longsoran yang saat ini masih menumpuk di pinggir jalan. "Arus kendaraan akan dialihkan lagi ke jalur alternatif seperti saat ini," ujarnya.
BPBD Cilacap menggunakan dua mobil pemadam kebakaran dari UPT BPBD Wilayah Majenang dan satu unit bantuan Pemerintah Kota Banjar, Jawa Barat membersihkan permukaan jalan raya dari lumpur material longsoran.
Menurut Edy, saat ini petugas kepolisian setempat masih mengatur pola buka-tutup untuk kendaraan yang melintas di ruas jalan di Desa Panulisan tersebut. Itu dilakukan karena sisa material longsoran di tepi jalan menghambat laju kendaraan.
Longsor di jalur selatan Jateng terjadi Kamis (3/1/2013) malam. Akibatnya, arus kendaraan dialihkan melalui jalur alternatif Ciopat-Langgensari-Kota Banjar. Bahkan, sejumlah kendaraan besar seperti truk kontainer, disarankan melalui jalur pantai utara Jawa Tengah.
Kepala Balai Pelaksana Teknis Dinas Bina Marga Jateng wilayah Cilacap, Edy Gunawan mengatakan, arus kendaraan di jalur selatan dibuka untuk sementara waktu, setelah pembersihan material longsoran berhasil dibersihkan Sabtu tadi. "Ruas jalan dibuka setelah permukaan jalan dibersihkan dari lumpur sisa material longsoran dan kerikil yang tersisa," katanya.
Meskipun demikian, Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Cilacap Wasi Ariyadi mengatakan, jalur akan ditutup kembali pada Minggu (6/1/2013), karena petugas harus mengangkut material longsoran yang saat ini masih menumpuk di pinggir jalan. "Arus kendaraan akan dialihkan lagi ke jalur alternatif seperti saat ini," ujarnya.
BPBD Cilacap menggunakan dua mobil pemadam kebakaran dari UPT BPBD Wilayah Majenang dan satu unit bantuan Pemerintah Kota Banjar, Jawa Barat membersihkan permukaan jalan raya dari lumpur material longsoran.
Menurut Edy, saat ini petugas kepolisian setempat masih mengatur pola buka-tutup untuk kendaraan yang melintas di ruas jalan di Desa Panulisan tersebut. Itu dilakukan karena sisa material longsoran di tepi jalan menghambat laju kendaraan.
Longsor di jalur selatan Jateng terjadi Kamis (3/1/2013) malam. Akibatnya, arus kendaraan dialihkan melalui jalur alternatif Ciopat-Langgensari-Kota Banjar. Bahkan, sejumlah kendaraan besar seperti truk kontainer, disarankan melalui jalur pantai utara Jawa Tengah.