Kupang - Sebuah truk fuso bernomor polisi DH 8108 MA yang memuat beras sebanyak 18 ton terguling di jalan alternatif trans Timor, Kilometer 6 jurusan Kupang, Kelurahan Maubeli, Kecamatan Kota Kefamenanu, Kabupaten Timor Tengah Utara, Nusa Tenggara Timur.
Peristiwa itu menyebabkan kemacetan di ruas jalan yang menghubungkan Kefamenanu ke Timor Leste. Selain memacetkan jalan, kejadian itu juga menjadi tontonan ratusan warga sekitar dan juga para pengendara kendaraan bermotor yang melewati jalan tersebut.
Sopir truk, Hendra, saat ditemui Kompas.com di lokasi tergulingnya truk, Sabtu (5/1/2013) petang, mengaku tak bisa mengendalikan truk karena kondisi jalan alternatif yang rusak akibat terkikis hujan dalam beberapa pekan ini.
"Saya tadi dari Kupang bawa beras sebanyak 18 ton yang rencananya mau saya antar ke Dolog Kefamenanu. Sampai di jalan ini, pengawas proyek jembatan mengatakan jalan ini bisa dilewati sehingga saya berani jalan. Awalnya saya ambil haluan pas, tetapi sampai tengah tiba-tiba terperosok dan terguling," kata Hendra.
Tak ada korban jiwa dalam insiden itu karena saat kejadian, Hendra yang ditemani dua kondektur langsung melompat dari dalam truk.
Sampai berita ini dikirimkan, truk belum dipindahkan karena keterbatasan peralatan, sementara beberapa petugas dari kepolisian lalu lintas Polres TTU sudah berada di lokasi.
Berdasarkan pantauan Kompas.com, jalan alternatif yang dilalui kendaraan tersebut adalah jalan sementara karena ada pembangunan jembatan Oelninaat yang dimulai sejak 2012. Berdasarkan data yang dihimpun, sudah lima kecelakaan terjadi di tempat yang sama.
Peristiwa itu menyebabkan kemacetan di ruas jalan yang menghubungkan Kefamenanu ke Timor Leste. Selain memacetkan jalan, kejadian itu juga menjadi tontonan ratusan warga sekitar dan juga para pengendara kendaraan bermotor yang melewati jalan tersebut.
Sopir truk, Hendra, saat ditemui Kompas.com di lokasi tergulingnya truk, Sabtu (5/1/2013) petang, mengaku tak bisa mengendalikan truk karena kondisi jalan alternatif yang rusak akibat terkikis hujan dalam beberapa pekan ini.
"Saya tadi dari Kupang bawa beras sebanyak 18 ton yang rencananya mau saya antar ke Dolog Kefamenanu. Sampai di jalan ini, pengawas proyek jembatan mengatakan jalan ini bisa dilewati sehingga saya berani jalan. Awalnya saya ambil haluan pas, tetapi sampai tengah tiba-tiba terperosok dan terguling," kata Hendra.
Tak ada korban jiwa dalam insiden itu karena saat kejadian, Hendra yang ditemani dua kondektur langsung melompat dari dalam truk.
Sampai berita ini dikirimkan, truk belum dipindahkan karena keterbatasan peralatan, sementara beberapa petugas dari kepolisian lalu lintas Polres TTU sudah berada di lokasi.
Berdasarkan pantauan Kompas.com, jalan alternatif yang dilalui kendaraan tersebut adalah jalan sementara karena ada pembangunan jembatan Oelninaat yang dimulai sejak 2012. Berdasarkan data yang dihimpun, sudah lima kecelakaan terjadi di tempat yang sama.