Guna megatasi kemacetan yang makin luar biasa di area Pelabuhan
Tanjung Priok, Terminal Petikemas Koja (TPK Koja) mulai Senin 8 April
2013 pukul 09.30 dilakukan ujicoba jalan membuka gate out atau pintu
keluar Jalan Digul untuk jalan keluar petikemas dari terminal, sedangkan
untuk gate in tetap di jalan lama.
Dengan akses baru sepanjang kurang lebih 1,5 Km dan lebar 12,5
meter itu diharapkan dapat mengurangi kepadatan di TPK Koja yang setiap
harinya 1.000-1.500 trailer petikemas keluar masuk.
Pintu keluar Digul tersebut telah dilengkapi oleh petugas Hanggar
Bea & Cukai sehingga sopir trailer tidak perlu khawatir barang yang
mereka keluarkan dari pelabuhan tidak ditahan lagi.
Dalam pembukaan gate out tersebut disaksikan General Manager TPK Koja
Indra Hidayat Sani, dan Manager Marketing Nuryono Arief petugas
Polantas dari Polres Pelabuhan Tanjung Priok.
Menurut Arief, pada jalur lama di Makam Mbah Priok yang selama ini
juga menjadi akses pintu keluar banyak dihadapi kendalanya, sehingga
dibukalah di Jalan Digul.
Sudah hampir dua tahun ini, sejak adanya proyek pembangunan Jalan Tol
di sekitar area Pelabuhan Tanjung Priok khususnya mengarah ke
Cilincing, tiap hari terjadi kemacetan hingga puluhan kilometer,
akibatnya jika sebelum macet sopir trailer bisa memperoleh tiga, empat
rit sehari kini hanya satu rit. Perekonomian pun terganggu dan pengusaha
menderita kerugian hingga miliaran rupiah setiap harinya.
Tahun ini, TPK Koja mentargetkan throughput petikemas 831.500 TEUs
meningkat 1,5 persen dari tahun lalu yang tercatat tiapsebesar 820.000
TEUs. TPK Koja juga merencanakan untuk penambahan areal penumpukan 2,5
hektar atau menjadi 24,5 haktare dengan panjang dermaga 650 meter.