
Ponorogo - Sebuah kecelakaan tunggal yang melibatkan Truk dengan Nopol AE 9498 SA sarat muatan ibu-ibu pedagang daun dan buah pisang terjadi di tepian Jalan Raya Ponorogo-Pacitan pada Minggu dini hari (29/9) sekitar pukul 04.00 WIB. Truk nahas yang dikemudikan oleh Sugiyono (42) warga Desa Janti, Kecamatan Slahung, Ponorogo tersebut terguling ke sungai tepatnya di Desa Madusari, kecamatan siman, Ponorogo. Sebelum masuk parit, truk yang di kemudikan sugiyono tersebut menabrak batas pengaman jembatan dan langsung masuk keparit, hingga ke 13 penumpangnya harus dilarikan ke RSUD dr Harjono karena mengalami luka-luka.
Dari ke 13 korban luka, dua orang mengalami patah kaki. Akibat kecelakaan tersebut bodi kabin truk hancur dengan kondisi terjepit parit yang tidak terlalu lebar itu. Menurut keterangan Katinem yang kebetulan duduk di samping sopir bersama empat orang lainya ketika terjadi kecelaknaan kelima orang yang berada di kabin bersama sopir tersebut saling menimpa karena truk oling dan masuk sungai. 'saya duduk di samping sopir persis, dan ketika hendak kecelakaan itu terasa karena truk kok oling dan ketika saya teriak pak-pak gimana ini, tapi truk sudah tidak bisa di kuasai kairnya nabrak pembatas jembatan dan lansgung terguling ke sungai kecil itu," kata Katinem sambil berbaring di ranjang perawatan di IGD RSUd Harjono.
Hal senada juga disampaikan Pardi yang saat kejadian ia berada di bak belakang diatas dagangan berupa daun dan buah pisang itu. Pardi merasa truk oling dan tiba-tiba ada suara brak. "truk oling dan langsung miring setelah menabrak pembatas itu dan seketika saya melompat dari atas truk, hingga dagu, kening serta kaki saya luka seperti ini," katanya.
Kondisi badan truk yang terjepit diparit membuat proses evakuasi membutuhkan waktu yang lama, sehingga banyak para pemakai jalan yang melintas berhenti sesaat untuk menyaksikan proses evakuasi truk. Belum jelas apa penyebab kejadian nahas tersebut, namun menurut keterangan beberapa penumpang, sang sopir kemungkianan besar mengemudikannya dalam keadaan ngantuk. Berikut data penumpang truk nahas yang mengalami luka dan mendapat perawatan di IGD RSUD Dr. Hardjono Ponorogo :
1. Katinem (49) warga RT 2 RW 3, Dusun Pendung, Desa Duri, Kecamatan Slahung (Luka dibagian kaki dan tangan)
2. Katemi (47) warga Rt 2 RW 3, Dusun Brambang, desa Duri, Kecamatan slahung (Luka bagian kaki, tangan dan kening serta bibir)
3. Tumbrong (50) warga Rt 2 RW 3, Dusun Brambang,Desa Duri, kecamatan slahung (luka bagian kakai dan muka, serta punggung nyeri)
4. Boyem (55) warga RT 2 RW 3, dusun Brambang, desa Duri, Kecamatan slahung (Luka pelipis dan kaki serta pusing dan nyeri)
5. Satinem (50) warga RT 1 RW 1, Dusun Brambang, Desa Duri, Kecamatan slahung (luka tangan, punggung dan patah pangkal paha kiri)
6. Sisam (60) warga RT 2 RW 2 Dusun Brambang,Desa Duri, Kecamatan Slahung (patah kaki kiri dan luka pelipis serta punggung sakit)
7. Pakem (60) warga RT 2 RW 3, dusun Pendung, Desa Duri, Kecamatan slahung (luka tangan dan kaki sobek serta pelipis)
8. Pardi (55) warga Dusun Banyuripan, desa Duri, Slahung (luka kaki sobek dan pelipis sobek serta kening juga sobek)
Kedelapan penumpang ini masih dirawat di RSUD dr Harjono untuk perawatan lukanya sedang yang dua penumpang yang patah kaki yakni Satinem dan Sisam harus opname di rumah sakit setempat.
Sedangkan yang lima orang yang sudah di ijinkan pulang karena hanya mnegalami luka babras yakni :
9. Daini (40) warga Desa Duri
10. Katun (43) warga Desa Duri
11. Wagiyah (45) warga Desa Duri
12. Misinem (50) warga Desa Duri
13. Sugiyono (42) warga Desa Janti, Kecamatan slahung (sopir truk) mengalami luka babaras kaki dan tangan.
1. Katinem (49) warga RT 2 RW 3, Dusun Pendung, Desa Duri, Kecamatan Slahung (Luka dibagian kaki dan tangan)
2. Katemi (47) warga Rt 2 RW 3, Dusun Brambang, desa Duri, Kecamatan slahung (Luka bagian kaki, tangan dan kening serta bibir)
3. Tumbrong (50) warga Rt 2 RW 3, Dusun Brambang,Desa Duri, kecamatan slahung (luka bagian kakai dan muka, serta punggung nyeri)
4. Boyem (55) warga RT 2 RW 3, dusun Brambang, desa Duri, Kecamatan slahung (Luka pelipis dan kaki serta pusing dan nyeri)
5. Satinem (50) warga RT 1 RW 1, Dusun Brambang, Desa Duri, Kecamatan slahung (luka tangan, punggung dan patah pangkal paha kiri)
6. Sisam (60) warga RT 2 RW 2 Dusun Brambang,Desa Duri, Kecamatan Slahung (patah kaki kiri dan luka pelipis serta punggung sakit)
7. Pakem (60) warga RT 2 RW 3, dusun Pendung, Desa Duri, Kecamatan slahung (luka tangan dan kaki sobek serta pelipis)
8. Pardi (55) warga Dusun Banyuripan, desa Duri, Slahung (luka kaki sobek dan pelipis sobek serta kening juga sobek)
Kedelapan penumpang ini masih dirawat di RSUD dr Harjono untuk perawatan lukanya sedang yang dua penumpang yang patah kaki yakni Satinem dan Sisam harus opname di rumah sakit setempat.
Sedangkan yang lima orang yang sudah di ijinkan pulang karena hanya mnegalami luka babras yakni :
9. Daini (40) warga Desa Duri
10. Katun (43) warga Desa Duri
11. Wagiyah (45) warga Desa Duri
12. Misinem (50) warga Desa Duri
13. Sugiyono (42) warga Desa Janti, Kecamatan slahung (sopir truk) mengalami luka babaras kaki dan tangan.
Sebuah kecelakaan tunggal yang melibatkan Truk dengan
Nopol AE 9498 SA sarat muatan ibu-ibu pedagang daun dan buah pisang
terjadi di tepian Jalan Raya Ponorogo-Pacitan pada Minggu dini hari
(29/9) sekitar pukul 04.00 WIB. Truk nahas yang dikemudikan oleh
Sugiyono (42) warga Desa Janti, Kecamatan Slahung, Ponorogo tersebut
terguling ke sungai tepatnya di Desa Madusari, kecamatan siman,
Ponorogo. Sebelum masuk parit, truk yang di kemudikan sugiyono tersebut
menabrak batas pengaman jembatan dan langsung masuk keparit, hingga ke
13 penumpangnya harus dilarikan ke RSUD dr Harjono karena mengalami
luka-luka. Dari ke 13 korban luka, dua orang mengalami patah kaki.
Akibat kecelakaan tersebut bodi kabin truk hancur dengan kondisi
terjepit parit yang tidak terlalu lebar itu. Menurut keterangan Katinem
yang kebetulan duduk di samping sopir bersama empat orang lainya ketika
terjadi kecelaknaan kelima orang yang berada di kabin bersama sopir
tersebut saling menimpa karena truk oling dan masuk sungai. 'saya duduk
di samping sopir persis, dan ketika hendak kecelakaan itu terasa karena
truk kok oling dan ketika saya teriak pak-pak gimana ini, tapi truk
sudah tidak bisa di kuasai kairnya nabrak pembatas jembatan dan lansgung
terguling ke sungai kecil itu," kata Katinem sambil berbaring di
ranjang perawatan di IGD RSUd Harjono. Hal senada juga disampaikan Pardi
yang saat kejadian ia berada di bak belakang diatas dagangan berupa
daun dan buah pisang itu. Pardi merasa truk oling dan tiba-tiba ada
suara brak. "truk oling dan langsung miring setelah menabrak pembatas
itu dan seketika saya melompat dari atas truk, hingga dagu, kening serta
kaki saya luka seperti ini," katanya. Kondisi badan truk yang terjepit
diparit membuat proses evakuasi membutuhkan waktu yang lama, sehingga
banyak para pemakai jalan yang melintas berhenti sesaat untuk
menyaksikan proses evakuasi truk. Belum jelas apa penyebab kejadian
nahas tersebut, namun menurut keterangan beberapa penumpang, sang sopir
kemungkianan besar mengemudikannya dalam keadaan ngantuk. Berikut data
penumpang truk nahas yang mengalami luka dan mendapat perawatan di IGD
RSUD Dr. Hardjono Ponorogo :
1. Katinem (49) warga RT 2 RW 3, Dusun Pendung, Desa Duri, Kecamatan Slahung (Luka dibagian kaki dan tangan)
2. Katemi (47) warga Rt 2 RW 3, Dusun Brambang, desa Duri, Kecamatan slahung (Luka bagian kaki, tangan dan kening serta bibir)
3. Tumbrong (50) warga Rt 2 RW 3, Dusun Brambang,Desa Duri, kecamatan slahung (luka bagian kakai dan muka, serta punggung nyeri)
4. Boyem (55) warga RT 2 RW 3, dusun Brambang, desa Duri, Kecamatan slahung (Luka pelipis dan kaki serta pusing dan nyeri)
5. Satinem (50) warga RT 1 RW 1, Dusun Brambang, Desa Duri, Kecamatan slahung (luka tangan, punggung dan patah pangkal paha kiri)
6. Sisam (60) warga RT 2 RW 2 Dusun Brambang,Desa Duri, Kecamatan Slahung (patah kaki kiri dan luka pelipis serta punggung sakit)
7. Pakem (60) warga RT 2 RW 3, dusun Pendung, Desa Duri, Kecamatan slahung (luka tangan dan kaki sobek serta pelipis)
8. Pardi (55) warga Dusun Banyuripan, desa Duri, Slahung (luka kaki sobek dan pelipis sobek serta kening juga sobek)
Kedelapan penumpang ini masih dirawat di RSUD dr Harjono untuk perawatan lukanya sedang yang dua penumpang yang patah kaki yakni Satinem dan Sisam harus opname di rumah sakit setempat.
Sedangkan yang lima orang yang sudah di ijinkan pulang karena hanya mnegalami luka babras yakni :
9. Daini (40) warga Desa Duri
10. Katun (43) warga Desa Duri
11. Wagiyah (45) warga Desa Duri
12. Misinem (50) warga Desa Duri
13. Sugiyono (42) warga Desa Janti, Kecamatan slahung (sopir truk) mengalami luka babaras kaki dan tangan. - See more at: http://humas.polri.go.id/sitepages/BeritaTerbaru.aspx#sthash.GYTuc5d2.dpuf
1. Katinem (49) warga RT 2 RW 3, Dusun Pendung, Desa Duri, Kecamatan Slahung (Luka dibagian kaki dan tangan)
2. Katemi (47) warga Rt 2 RW 3, Dusun Brambang, desa Duri, Kecamatan slahung (Luka bagian kaki, tangan dan kening serta bibir)
3. Tumbrong (50) warga Rt 2 RW 3, Dusun Brambang,Desa Duri, kecamatan slahung (luka bagian kakai dan muka, serta punggung nyeri)
4. Boyem (55) warga RT 2 RW 3, dusun Brambang, desa Duri, Kecamatan slahung (Luka pelipis dan kaki serta pusing dan nyeri)
5. Satinem (50) warga RT 1 RW 1, Dusun Brambang, Desa Duri, Kecamatan slahung (luka tangan, punggung dan patah pangkal paha kiri)
6. Sisam (60) warga RT 2 RW 2 Dusun Brambang,Desa Duri, Kecamatan Slahung (patah kaki kiri dan luka pelipis serta punggung sakit)
7. Pakem (60) warga RT 2 RW 3, dusun Pendung, Desa Duri, Kecamatan slahung (luka tangan dan kaki sobek serta pelipis)
8. Pardi (55) warga Dusun Banyuripan, desa Duri, Slahung (luka kaki sobek dan pelipis sobek serta kening juga sobek)
Kedelapan penumpang ini masih dirawat di RSUD dr Harjono untuk perawatan lukanya sedang yang dua penumpang yang patah kaki yakni Satinem dan Sisam harus opname di rumah sakit setempat.
Sedangkan yang lima orang yang sudah di ijinkan pulang karena hanya mnegalami luka babras yakni :
9. Daini (40) warga Desa Duri
10. Katun (43) warga Desa Duri
11. Wagiyah (45) warga Desa Duri
12. Misinem (50) warga Desa Duri
13. Sugiyono (42) warga Desa Janti, Kecamatan slahung (sopir truk) mengalami luka babaras kaki dan tangan. - See more at: http://humas.polri.go.id/sitepages/BeritaTerbaru.aspx#sthash.GYTuc5d2.dpuf