Jakarta - Habis banjir terbitlah lubang di jalan. Kondisi itu sangat tepat untuk menggambarkan kondisi Jakarta setelah diguyur hujan. Genangan banjir dan guyuran hujan lebat pada Januari dan awal Februari lalu menimbulkan kerusakan di sejumlah ruas jalan.
Ada ribuan titik kerusakan yang menganggu mobilitas pengguna jalan. Perbaikan jalan dijanjikan akan dikebut oleh Dinas Pekerjaan Umum Provinsi DKI Jakarta maupun oleh Kementerian Pekerjaan Umum.
Proses perbaikan sudah dimulai sejak Januari lalu. Lubang–lubang jalan ditambal. Namun tampak masih banyak ruas jalan, terutama di ruas jalan utama yang belum diperbaiki. Di Dukuh Atas misalnya, kerusakan cukup parah terjadi di area halte dan juga di sepanjang lintasan khusus bus.
Tampak aspal yang mengelupas dengan kedalaman sekitar 5 sentimeter. Air yang menggenang di cekungan membuatnya jadi terlihat seperti kubangan kecil. Kondisi yang serupa juga terlihat di Manggarai, dekat halte bus dan di kolong jembatan kereta.
Jalanan yang berlubang besar akibat aspal yang mengelupas setelah tergenang air menimbulkan kemacetan. Pengendara harus melambatkan laju kendaraannya dan menghindar agar tak terjebak di lubang underpass.
Memasuki bilangan Jakarta pusat, kondisi jalan masih jauh dari kata mulus. Di jalan Raya Pramuka tampak bekas penambalan di beberapa titik. Aspal tambalan bervariasi besarnya disesuaikan dengan luasan lubang.
Alhasil kondisi jalan raya terlihat bagai pakaian rombeng, tidak rata dan bergelombang. Di ruas jalan ini juga masih banyak lubang menganga yang mengancam keselamatan pengendara baik di jalur khusus bus maupun di jalur reguler.