Kalimantan - Ruas jalan lintas Kalimantan Timur (Kaltim) rawan kecelakaan lalu
lintas akibat kondisi jalan yang rusak terutama di sekitar kilometer
(KM) 18 Desa Sangkima Lama, Kabupaten Kutai Timur.
Ketua RT 01 Dusun V Desa Sangkima Lama Thomas di Sangatta, Sabtu
mengatakan pendakian di KM 18 ini sering terjadi kecelakaan lalu lintas
karena kondisi jalannya rusak parah dan berlubang.
Ia mengatakan, bahwa setiap minggu itu pasti ada mobil terbalik
disini. Rata-rata dumtruk karena menghindari jalan berlubang kemudian
mundur dan terbalik. Kalau yang sekarang ini tidak mampu naik karena
muatan banyak dan jalan rusak berlubang makanya tidak mogok dan mundur.
makanya banyak sekali mobil antrin hingga berjam-jam.
“Minggu ini saja sudah dua kali truk terbalik. Ada truk pengangkut
BBM juga terbalik saat mendaki. Kasihan mereka jadi korban gara-gara
jalan rusak,” kata Thomas yang rumahnya hanya berjarak sekitar 100 meter
dari pendakian itu.
Selain kerap terjadi kecelakaan, di kilometer 18, di sepanjang
jalan lintas kaltim antara Samarinda dengan Sangatta terdapat puluhan
titik jalan rusak parah yang membahayakan pengguna jalan.
Dia mengatakan, kerusakan jalan-jalan lintas Kaltim yang terkenal
sebagai provinsi kaya di Indonesia itu terus berlangsung. Tidak sedikit
juga korban jiwa yang renggut akibat kerusakan jalan. Entah kapan
diperbaiki, padahal mereka itu membawa kebutuhan pangan untuk mendukung
ekonomi masyarakat,” ujarnya.
“Kapan jalan di Kaltim ini bisa mulus seperti di daerah lain di pulau Jawa. Kita hanya bisa nikmati jalan rusak,” kata Thomas.
Pada Sabtu (15/3) pukul 18.10 WITA terjadi antrian puluhan
kendaraan dan kendaraan roda empat lainnya di jalur jalan lintas Kaltim
dari kota Sangatta Kutai Timur akibat satu dumtruk pengangkut bahan
kebutuhan pokok mogok dan melintang dipendakian kilometer 18 desa
Sangkima lama.
Dumtruk Jenis Hyno bernomor polisi KT 3997 DC yang datang dari arah
Samarinda diperkirakan tidak mampu naik gunung akibat muatan berat
sehingga terhenti ditengah pendakian dengan posisi melintang.
“Akibat posisi melintang ditengah jalan, seluruh kendaraan berat
tidak bisa lewat, sedangkan kendaraan roda empat ukuran kecil harus
hati-hati karena jalan pas-pasan dan kondisi jalan rusak parah,” kata
Fathul pengendara Toyota Avanza dengan tujuan Sangatta.
Menurut Fathul, posisi mobil dumtruk itu cukup berbahaya dengan
posisi miring di tengah jalan dengan diganjal kayu dan batu. Kondisi
jalan di kilometer 18 rusak dan mendaki serta berlubang, sehingga
membayakan para pengendara.
“Saya menggunakan mobil Avanza sehingga bisa lewat, sedangkan
kendaraan besar dan truk sulit liwat sebelum dumtruk itu lolos, karena
jalannya sempit dan rusak. Begitu juga dengan kendaraan dari arah
Sangatta ke Samarinda harus gentian liwat, supaya bisa lolos.