Lampu Penerang Jalan di Jalur Jogya-Solo Banyak yang Padam

09:56




Lampu penerangan jalan umum (PJU) di jalur utama mudik lebaran di Jalan Raya Jogja - Solo, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah masih banyak yang padam. Kondisi itu dikeluhkan pengguna jalan sebab rawan kecelakaan.

Pantauan Elshinta di ruas jalan tersebut, keberadaan lampu PJU padam tersebar di beberapa titik mulai dari Prambanan, Jogonalan, Ceper Delanggu dan Tegalgondo. Hal itu dirasakan jika pada malam hari, lantaran jalanan menjadi gelap gulita. Sehingga banyak pengguna jalan terpaksa memperlambat laju kendaraannya saat melintasi deretan lampu PJU yang padam. Kondisi itu sudah berlangsung setahun terakhir.

Salah satu pengguna jalan di kawasan Ceper, Handreas kepada Elshinta mengatakan dirinya berharap segera ada perbaikan kerusakan lampu tersebut. Apalagi saat ini mendekati momen mudik lebaran, yang dipastikan terjadi peningkatan volume kendaraan yang melintas di jalur tersebut.

"Pemerintah harus tanggap dan segera memperbaiki lampu-lampu yang mati sebelum lebaran tiba," tuturnya.
Hal yang sama juga dikatakan Antony, dia berharap ada langkah dari Pemkab Klaten untuk pemerataan PJU, lantaran keberadaan PJU sangat penting bagi pengendara saat malam hari.

"Sudah seharusnya pemasangan lampu PJU bisa merata antara perkotaan dengan wilayah kecamatan. Karena sejauh ini masih banyak jalan di kawasan kecamatan minim penerangan," ujarnya.

Kondisi yang sama juga terlihat di jalur alternatif yakni Jalan Raya Klaten - Boyolali. Bahkan keberadaan lampu PJU sangat minim di jalur provinsi tersebut. Selama ini penerangan saat malam hari hanya mengandalkan lampu dari rumah penduduk di sepanjang jalan.

Sementara itu kondisi yang berbeda terlihat di kawasan jantung Kota Klaten. Di mana lampu hias warna-warni terpasang di jalan protokol mulai Jalan Veteran hingga Jalan Pemuda. Sistem penyalaan lampu hias tersebut bersamaan dengan lampu PJU.

Menanggapi banyaknya lampu PJU padam, Kabid Pertamanan DPU Kabupaten Klaten, Imam Wahyudi saat dikonfirmasi Elshinta mengatakan pihaknya belum dapat memperbaiki, dengan alasan dana pemeliharaan PJU sangat minim.

"Dana pemeliharaan yang sangat minim, membuat kami tak bisa memperbaiki,dan terpaksa kita biarkan," jelasnya.

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »