Mabes Polri Kirim Dua Polwan Bantu Evakuasi WNI di Yaman

17:03

NTMCPOLRI - Polri akan memberangkatkan Satgas evakuasi pada Rabu 1 April 2015 ke Yaman untuk membantu proses evakuasi WNI dari negara tersebut. Satgas evakuasi ini terdiri atas lima polisi pria dan dua polwan.
"Insya Allah besok tim akan diberangkatkan," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat
(Karopenmas) Divhumas Polri Brigjen Agus Rianto, di Mabes Polri, Jakarta, Selasa(31/3/2015).
Brigjen Agus menjelaskan, Satgas ini merupakan personel gabungan dari beberapa fungsi di Mabes Polri seperti Divhubinter, Baharkam Polri, Badan Intelijen dan Keamanan, Lemdikpol serta Tim Kedokteran Kepolisian.
Mereka akan bertugas di Yaman selama minimal 14 hari. "Mereka bertugas di sana minimal 14 hari dan akan disesuaikan dengan perkembangan situasi di Yaman," kata Brigjen Agus.
Ketujuh polisi ini akan dibagi dalam dua wilayah penugasan yakni Sana'a (Yaman) dan Salalah (Oman). Mereka akan membantu proses pengamanan dan pemulangan ribuan WNI tersebut.
"Mungkin untuk tahap pertama, para WNI akan ditampung di sejumlah kedutaan besar yang ada di sana," kata Brigjen Agus. 
Selanjutnya, kata Brigjen Agus, Polri akan berkoordinasi dengan Kemlu dan Interpol terkait proses pemulangan WNI tersebut. Satgas ini merupakan implementasi perintah Wakapolri Komjen Badrodin Haiti dalam merespons kebijakan pemerintah untuk segera melakukan tindakan kemanusiaan di luar negeri.
Satgas tersebut akan bergabung dengan Tim Percepatan Evakuasi WNI dari Yaman yang dibentuk oleh Kementerian Luar Negeri. Hingga 26 Maret 2015, Pemerintah Indonesia telah mengevakuasi 148 WNI dari Yaman.
Pemerintah Indonesia terus berupaya memproses evakuasi WNI kembali ke dalam kondisi aman mengingat pertikaian yang terjadi di Yaman antara milisi Houthi dan prajurit Presiden Mansour Al Hadi yang didukung negara-negara Arab kian berkobar.
Sementara Menlu Retno Marsudi menyebutkan bahwa sampai sekarang ada 4.159 WNI di Yaman, yang terdiri dari 2.626 mahasiswa, 1.488 pekerja profesional yang bekerja untuk perusahaan gas dan minyak, serta 45 orang staf KBRI di Sana'a beserta keluarganya.

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »