Polres Metro Jakarta Utara Tangkap Pelaku Penculik Bayi di Tanjung Priok

11:59
11960230_1032066563500495_8476037769365398634_n
NTMC - Septiani Diana Beby Kilah (35) tak berhenti menangis. Sambil memeluk dan menciumi pipi kanan kiri anak pertamanya, Lionel Steward Afrel Mirahua (4 bulan), di teras rumahnya di Warakas , Tanjung Priok, Jakarta Utara, Rabu (26/8), air mata Septiani meleleh deras membasahi pipi dan muka anaknya.
Sehari sebelumnya, Selasa (25/8), Afrel diculik saat tengah tidur di ayunan.

Afrel ditemukan Rabu (26/8) siang atau setelah 20 jam lebih berada di tangan penculiknya. Afrel ditemukan polisi di sebuah warung tegal (warteg) di Kawasan Bumi Damai Serpong (BSD), Tangerang Selatan (Tangsel). Polisi menangkap dua pelaku penculikan, yakni Efi (25) dan Efa (27).

Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Pol Susetio Cah­yadi, Sekretaris Jen­-deral (Sekjen) Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Erlinda, serta puluhan warga lainnya menyaksikan luapan kegembiraan Beby.

Kombes Pol Susetio mengatakan, setelah mendapat laporan dari Beby, anggotanya langsung mengumpulkan data di lapangan.

Secara kebetulan, pelaku penculikan sempat membeli pulsa tak jauh dari rumah korban. Dari situ polisi kemudian melacak keberadaan penculik.

"Kami mendapat informasi pelaku sempat membeli pulsa. Dengan peralatan yang kami miliki, petugas melacak keberadaan nomor handphone (ponsel) itu dan langsung menangkap kedua pelaku," tutur Kapolres.
Setelah posisi pelaku diketahui, sejumlah polisi mendatangi lokasi. Di sebuah warteg, seorang polisi kemudian berpura-pura membeli nasi.

Anggota kemudian melihat seorang perempuan tengah menggendong bayi. Setelah yakin bayi itu yang dicari, anggota kemudian bergerak menangkap perempuan yang tengah menggendong bayi tersebut.

"Dalam tempo 20 jam, anggota Polsektro Tanjung Priok dan Polrestro Jakarta Utara langsung menangkap kedua pelaku di sebuah warteg yang lokasinya tak jauh dari kawasan BSD Permai. Ketika polisi datang, Afrel tengah digendong Efi," kata Kapolres.

Kombes Pol Susetio menambahkan, pihaknya masih mendalami motif kedua pelaku menculik bayi malang tersebut.

"Latar belakang, motif kedua pelaku menculik bayi masih kami dalami. Efi dan Efa adalah bersaudara alias kakak beradik," kata Kapolres.

Menurut Beby, dalang penculikan diketahui temannya sendiri bernama Efi. "Saya berteman dengan Efi, tetapi nggak terlalu dekat. Efi dan Efa itu memang kakak beradik. Saya kenal mereka berdua dari mamih Yanti, tante saya. Waktu ikut arisan, saya dikenalin kepada mereka berdua. Saya tahu, dalangnya si Efi. Dia tiga hari terakhir sering ke rumah saya. Padahal kenal dekat juga enggak. Sekedar say hello saja saya sama kakak beradik itu," katanya.

Selasa (25/8) pagi, lanjut Beby, Efi datang ke rumahnya. Dia meminta ditemani membeli softlens (lensa kontak) di sebuah mal, sekaligus ingin bertemu dengan Afrel.

"Selain itu, dia sering menggendong, selfie, cium-ciumi Afrel di depan saya. Malahan maksa banget mau milikin anak saya. Afrel buat saya ya mbak. Anaknya ganteng, ya mbak. Ya saya punya anak saja sendiri," tuturnya.

Saat Efi datang, secara kebetulan Beby akan keluar rumah untuk mengantarkan pulang temannya, Kartika, ke Kawasan Swasembada, Tanjung Priok.

"Saya mau antar Kartika pulang. Nah, si Efi memaksa minta dianterin dan ditemani ke mal beli softlens. Ya saya tolak karena mau mengantar Kartika. Eh, dia mau ikutan nganter Kartika. Ya sudah, bertiga nganterin Kartika naik satu motor," jelasnya.

Saat meninggalkan rumah, Beby melihat Afrel tengah tidur di ayunan. Afrel saat itu dijaga pembantunya, Maria.

Usai mengantarkan Kartika, Beby ditelepon Maria, yang mengabarkan Afrel hilang. Sebelum hilang, ada seorang perempuan mengaku bernama Efa menyambangi rumahnya dengan seorang pria.

"Afrel hilang? Ya, saya bingung kan. Katanya ada teman saya. Teman saya yang mana? Saya nggak tau tuh kalau Efa yang datang ke rumah sama seorang pria. Saya langsung ngebut naik motor ke rumah. Masih bareng Efi," akunya.

Sepanjang perjalanan, lanjut Beby, Efi berusaha menenangkan dirinya. "Ya ampun, sabar ya mbak. Sabaar... dia bilang gitu sambil meluk saya di motor. Saya bodo amat lah. Saya lagi konsen ngebut bawa motor."
"Tiba-tiba, si Efi minta diturunin di Jalan Gorontalo. Katanya ditelepon suaminya yang nyuruh pulang. Ya sudah saya turunin dia. Saya hanya mikirin anak saya," katanya.

Sampai di rumah, Beby mendapati pembantunya tengah panik karena Afrel hilang. Di rumah, Beby yang hanya memiliki dua kamar dan tak terlihat bekas-bekas atau barang yang hilang.

"Bukan maling. Ini orang culik anak saya. Saya nangis dan nggak tahu mau ngomong apa lagi. Lemas banget saya," jelasnya.

Maria menjelaskan, selama perjalanan mengantar Kartika bersama Efi, seorang perempuan yang mengaku kakak Efi, yakni Efa, datang ke rumah Beby. Di depan Maria, Efa mengaku teman dekat Beby.

"Maria bilang ke saya, dia nggak kenal Efa. Soalnya Efa datang ke rumah pakai masker. Jadi, wajahnya nggak begitu dikenali. Ternyata, Efa datang sama seorang pria. Tapi pria itu nggak masuk ke rumah," katanya.

Maria kemarin diperiksa di Mapolres Jakarta Utara. Menurut Beby, Maria sempat dimintai tolong oleh Efa untuk membelikan makanan di warung nasi padang.

Anehnya, Efa yang saat itu memberikan uang Rp 50.000 ke Maria, meminta membeli nasi di warung padang yang jauh dari rumah Beby.

Efa meminta pria yang datang bersamanya mengantar Maria dengan motor membeli nasi padang.

"Setelah membeli makanan dan dalam perjalanan ke rumah, Maria diturunkan di tengah jalan dan disuruh meneruskan perjalanan dengan jalan kaki. Alasannya mau membeli bensin dulu," kata Beby.

Begitu sampai rumah, lanjut Beby, Maria panik karena Efa sudah tak ada. Ketika melihat ke ayunan, Afrel juga sudah tak ada.

Beby kemudian langsung menelepon suaminya yang bekerja di sebuah kafe di Jakarta Utara. Usai menghubungi suaminya, Beby melaporkan kejadian itu ke Polsektro Tanjung Priok.

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »