Showing posts with label Info Cuaca. Show all posts
Showing posts with label Info Cuaca. Show all posts

Korban Longsor Purworejo Satu Persatu Ditemukan

13:08

NTMC - Para korban yang tertimbun longsor di Dusun Siwinong RT 2 RW 4 Desa Penungkulan kecamatan Gebang Kabupaten Purworejo, Jateng pada hari Jumat malam kemarin kini telah berhasil ditemukan.

Korban yang berhasil dievakuasi namun dalam keadaan tewas yaitu Amat Sareget (80), Suprapti (45), Erni (8) Sumini (75) serta Fitri (14). Mereka ditemukan berdekatan dan tertimbun material longsor 3 meter sampai 5 meter. Sedangkan yang masih dalam pencarian yaitu Salimah (60) dan Triyanto (9).

Diketahui, peristiwa longsor menimpa tiga rumah dan 12 orang. Lima diantara 12 korban berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat sedangkan tujuh lainnya satu persatu mulai ditemukan namun dalam keadaan tewas.

Kepala Basarnas Kantor SAR Semarang, Agus Haryono mengatakan dua Korban atas nama Suprapti dan Erni ditemukan di rumah mereka yang tertimpa longsor  pada pukul 02.00 dini hari oleh warga. Sedangkan ketiga korban atas nama Sareget ditemukan tim SAR gabungan pada pukul 07.30, kemudian korban Samini ditemukan pukul 09.00, lalu korban Fitri ditemukan  pukul 10.50.

"Semua korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dan dievakuasi ke posko DVI kemudian diserahkan kepada pihak keluarga" kata Agus lewat siaran persnya, Sabtu (6/2/2016).

Proses evakuasi dilakukan manual karena alat berat tidak memungkinkan masuk ke lokasi longsor sehingga hanya bisa memanfaatkan cangkul dan penyemprot air.

Kini para petugas terus melakukan pencarian sisa korban di lokasi kejadian.

Polda Jateng Patroli Cegah Warga Menonton Gerhana Matahari Secara Langsung

22:35

NTMC - Kepolisian menggelar patroli khusus untuk mengingatkan masyarakat agar tidak menonton gerhana matahari secara langsung. Patroli dilanjutkan hingga hari terjadinya gerhana demi mencegah masyarakat keluar rumah dan menonton gerhana.

Hal tersebut dilakukan oleh Kepolisian Daerah Jawa Tengah dikarenakan sinar yang dihasilkan dapat merusak retina mata bahkan hingga dapat membutakan.

Kapolda Jawa Tengah Mayjen (Pol.) JFR Montolalu menuturkan penugasan patroli gerhana ini juga membuat polisi cemas, karena mereka pun takut menjadi buta. Namun Kapolda Jateng memutuskan polisi tetap bertugas di jalan, tetapi saat gerhana dimulai petugas seluruhnya harus masuk ke pos polisi agar tidak terkena sinar gerhana.

Dalam patrolinya, para petugas Kepolisian memberikan himbauan serta memerintahkan masyarakat agar tidak keluar.

Antisipasi Masuki Musim Penghujan, Polsek Babelan Bekasi Bersama Koramil Gelar Posko Siaga Banjir

16:02

NTMC - Terkait antisipasi musim penghujan di bulan Desember 2015 dan Januari 2016, jajaran Polsek Babelan Bekasi bersama Koramil dan pihak kecamatan membuat team working terpadu di masing-masing wilayah dengan menggelar posko bantuan siaga banjir bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan langsung untuk proses evakuasi.

Kapolsek Babelan, Kompol Krinton Sitanggang mengatakan, terdiri dari 20 personel Polsek, 8 Satpol PP dan 5 personel Koramil,ikut dilibatkan. Kesigapan mereka dituntut untuk dapat memberikan pelayanan kepada masyarakat di musim penghujan serta dengan sigap digerakkan atau diluncurkan ke lokasi banjir.

Mengenai perbekalan untuk sementara dibekali peralatan atau perlengkapan seperti 2 perahu karet, jas hujan, sepatu bot dan HT sebagai alat komunikasi, tambahnya.

Sementara di polsek sendiri juga terdapat piket posko. Anggota piket akan siaga sehingga apabila ada informasi banjir, tim evakuasi langsung bergerak. pungkasnya.


Satgas Siaga Banjir Polda Metro Sudah Siapkan Posko Kesehatan Daerah Rawan Banjir

13:10
NTMC - Terkait antisipasi banjir di DKI Jakarta, Satgas Antisipasi Banjir Polda Metro Jaya mendirikan sejumlah Posko kesehatan dan menyiapkan personel serta peralatan SAR.

Posko kesehatan disiapakan untuk memberikan pertolongan kepada para korban banjir bilamana ada yang mengalami sakit akibat dampak dari banjir.

Ada 3 posko kesehatan yang didirikan polisi yakni di Kampung Pulo Jaktim, Daan Mogot Jakbar dan Kelapa Gading Jakut.

Kabid Kedokteran dan Kesehatan (Dokkes) Polda Metro Jaya Kombes Musyafak mengatakan "kami telah menyiapkan 12 ambulans untuk evakuasi dan 36 petugas medis dan paramedis untuk membantu korban banjir apabila terjadi banjir di wilayah DKI Jakarta,"

Di posko tersebut, masyarakat korban banjir akan mendapatkan pelayanan kesehatan secara gratis, dengan ketersediaan obat-obatan dan juga peralatan media untuk pertolongan pertama.

Pesawat Trigana Air Hilang Kontak, Badrodin Haiti Cepat Kirim Kepolisan Dan Basarnas Untuk Pelacakan Serta Evakuasi

19:10

NTMC —  Pesawat milik PT Trigana Air Service jenis ATR 42 dengan nomor registrasi PK-YRN dan nomor penerbangan IL-257 hilang kontak dalam penerbangan Jayapura-Oksibil, Minggu (16/8/2015).

Pesawat tersebut membawa 54 orang yang terdiri dari 5 kru dan 49 penumpang tengah menerbangi rute Jayapura-Oksibil.

Berdasarkan informasi pesawat melakukan take off pada pukul 14.22 WIT dari Bandara Sentani, Jayapura dengan tujuan Bandara Oksibil dengan perkiraan waktu kedatangan atau ETA (estimated time of arrival) di Oksibil pukul 15.04 WIT.

Kapolri Jenderal (Pol) Badrodin Haiti mengatakan, pesawat Trigana Air rute Sentani-Oksibil yang hilang kontak pada Minggu (16/8/2015) siang waktu setempat diduga jatuh di wilayah pegunungan. Aparat kepolisian bersama tim SAR akan kembali melakukan pencarian pada Senin (17/8/2015).

"Kalau mau ke Oksibil itu biasanya melintasi bukit. Mungkin cuacanya jelek, gunung itu yang mungkin jadi penghambat," ujar Badrodin saat ditemui di Bumi Perkemahan Cibubur, Minggu petang.

Badrodin menuturkan, aparat kepolisian sudah menerjunkan helikopter untuk menyisir wilayah pegunungan itu. Namun, karena cuaca buruk apabila hari sudah mulai malam, maka upaya pencarian akan kembali dilanjutkan pada esok hari.

"Biasanya setelah pukul 01.00, cuaca memang jelek," kata dia.

Menurut Badrodin, pesawat yang membawa 54 penumpang dan kru itu seharusnya sudah mendarat pada pukul 15.15 waktu setempat. Namun, pada waktu yang dijadwalkan itu, pesawat tersebut tidak juga mendarat hingga akhirnya dinyatakan hilang kontak.

Pesawat Trigana Air bertipe ATR 42 dengan kode PK-YRN tersebut diterbangkan oleh Kapten Penerbang Hasanuddin, dan berhasil lepas landas dari Bandara Sentani. Pesawat itu membawa 54 orang dengan rincian 44 orang dewasa, 2 anak usia di atas lima tahun, 3 anak balita, dan 5 kru. Badan SAR Nasional (Basarnas) telah melakukan koordinasi dengan kantor Basarnas Jayapura
untuk melakukan pencarian terhadap pesawat itu.