Showing posts with label Kapolri. Show all posts
Showing posts with label Kapolri. Show all posts

Kapolri Giat Tingkatkan Sinergisitas Bersama Tokoh Ulama

14:46

NTMC – Diketahui pasca aksi unjuk rasa 4 November 2016, Kapolri Jenderal Tito Karnavian terus melakukan aktivitas giat safari istighosah kepada para tokoh ulama dan muslim.

Aktivitas giat safari istighosah yang dilakukan Kapolri Jend. Pol. Tito Karnavian tersebut bertujuan untuk meningkatkan sinergisitas dan kerja sama dengan ulama dan umara terkait pembahasan isu yang berkembang saat ini pun.

Kapolri Tito ngin membuka ruang komunikasi yang lebih baik dengan bermaksud meminimalisir miss komunikasi dan mempercepat langkah-langkah penyelesaian didalam suatu masalah.

Safari istighosah Kapolri memanglah dirasa penting lantaran kini banyak isu yang memang harus membutuhkan pengelolaan dengan baik dan dikomunikasikan dengan para ulama.

Tak hanya menjalin kerja sama dalam menggarap isu dan berkomunikasi, Kapolri menyadari penuh ulama merupakan panutan umat. Banyak hal yang bisa dititipkan melalui ulama terkait kondisi saat ini.

Seperti halnya terkait dengan masalah radikalisme, narkoba, dan lain-lain hal yang dapat menyebabkan umat beragama terbawa dalam berbagai pelanggaran hukum.

Diharapkan dengan meningkatkan kembali ikatan kerja sama, para tokoh ulama dan umara setidaknya dapat turut andil menyampaikan pesan kepada umat untuk mewaspadai segala pengaruh buruk yang mengancam Indonesia.

Usai Doa Bersama Panglima TNI Di Monas, Kapolri Bersilaturahmi Ke MUI

17:07

NTMC – Usai menghadiri gelaran doa bersama  di Silang Monas, Jakarta Pusat, Jumat (18/11/2016) pagi tadi, Kapolri Jenderal Pol. Tito Karnavian kembali melanjutkan kegiatannya dengan melakukan kunjungan ke MUI. Dalam kunjungannya Kapolri Tito disambut hangat oleh Ketua MUI Ma’ruf Amin. Diketahui dalam kunjungannya kali ini, Kapolri Tito selain ingin lebih mempererat tali silaturahmi Polri dengan MUI, terkait pula dengan diskusi dalam memberikan penjelasan secara tuntas dan komprehensif pada MUI perihal dengan peristiwa kasus yang baru-baru ini terjadi terutama membahas kasus dugaan penistaan agama Basuki Tjahja Purnama yang telah naik pada tingkatan penyidikan.

Pertemuan (wadah musyawarah para ulama zu’ama dan cendikiawan muslim) ‘THE COUNCIL MAJELIS OF ULAMA’ MUI di Jalan Proklamasi No.51 Menteng, Jakarta Pusat, Jum’at ( 18/11/2016), selain dihadiri Kapolri Tito, turut pula dihadiri oleh Kakorlantas Polri Irjen Pol. Drs. Agung Budi Maryoto, KadivHumas Polri, Irjen Pol Boy Rafli, Humas Polda Metro, Kombes Pol. Awi Setiyono serta pejabat Polri dan MUI lainnya.

Pertemuan dilangsungkan secara tertutup. Pertemuan berlangsung sejak pukul 10.30 WIB – Selesai.

Kapolri Jenderal Pol. Tito Karnavian saat ditemui menyampaikan, silaturahmi ini dalam rangka merawat kehidupan kebangsaan kita dan juga menjaga kesatuan Republik Indonesia. Selain itu saya telah mengintruksikan seluruh jajaran anggota di semua tingkatan provinsi dan kabupaten untuk membangun hubungan yang lebih intens dengan ormas-ormas islam termasuk ulama dan amaro. Sehingga bila terjadi masalah yang berhubungan dengan masalah keagamaan islam ini ada komunikasi dan dialog yang dapat dibangun untuk mengambil langkah-langkah menjaga stabilitas keamanan negara.

Sebelumnya, dalam gelaran Doa bersama di Silang Monas Jakarta Pusat yang diinisiasi oleh Panglima TNI Gatot Nurmantyo, Kapolri Jenderal Tito Karnavian yang diminta sebagai pembicara, mengajak masyarakat untuk berdemokrasi secara sehat. Dia mengimbau masyarakat untuk tidak berpecah belah menjelang pilkada serentak 2017.

Kapolri Tito Bersilaturahmi Ke MUI, POLRI-MUI Makin Erat

17:02

NTMC – Kapolri Jenderal Pol. Tito Karnavian kembali melakukan kunjungan ke MUI. Dalam kunjungannya Kapolri Tito disambut hangat oleh Ketua MUI Ma’ruf Amin. Diketahui dalam kunjungannya kali ini, Kapolri Tito selain ingin lebih mempererat tali silaturahmi Polri dengan MUI, terkait pula dengan diskusi dalam memberikan penjelasan secara tuntas dan komprehensif pada MUI perihal dengan peristiwa kasus yang baru-baru ini terjadi terutama membahas kasus dugaan penistaan agama Basuki Tjahja Purnama yang telah naik pada tingkatan penyidikan.

Pertemuan (wadah musyawarah para ulama zu’ama dan cendikiawan muslim) ‘THE COUNCIL MAJELIS OF ULAMA’ MUI di Jalan Proklamasi No.51 Menteng, Jakarta Pusat, Jum’at ( 18/11/2016), selain dihadiri Kapolri Tito, turut pula dihadiri oleh Kakorlantas Polri Irjen Pol. Drs. Agung Budi Maryoto, KadivHumas Polri, Irjen Pol Boy Rafli, Humas Polda Metro, Kombes Pol. Awi Setiyono serta pejabat Polri dan MUI lainnya.

Pertemuan dilangsungkan secara tertutup. Pertemuan berlangsung sejak pukul 10.30 WIB – Selesai.

Kapolri Jenderal Pol. Tito Karnavian saat ditemui menyampaikan, silaturahmi ini dalam rangka merawat kehidupan kebangsaan kita dan juga menjaga kesatuan Republik Indonesia. Selain itu saya telah mengintruksikan seluruh jajaran anggota di semua tingkatan provinsi dan kabupaten untuk membangun hubungan yang lebih intens dengan ormas-ormas islam termasuk ulama dan amaro. Sehingga bila terjadi masalah yang berhubungan dengan masalah keagamaan islam ini ada komunikasi dan dialog yang dapat dibangun untuk mengambil langkah-langkah menjaga stabilitas keamanan negara.

Sedangkan Ketua MUI Ma’ruf Amin saat ditemui menyampaikan, rasa terimakasihnya lantaran hingga hari ini, jalinan silaturahmi antara Polri dan MUI masih terus dapat berlangsung. Pertemuan Kapolri beserta seluruh jajarannya ini dalam rangka kerjasama dan di dalam rangka merawat kehidupan kehidupan kebangsaan kita, dan juga dalam rangka menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Dalam kesempatan tersebut Kapolri berserta jajarannya pun memberikan informasi terkait kasus dugaan penistaan agama Basuki Tjahja Purnama (Ahok), imbuhnya.

“Nah sehubungan dengan kasus yang baru-baru ini berkaitan dengan masalah peristiwa di Pulau seribu (Kasus Ahok), yang sudah digelar perkara di Polri. Nah Pak Kapolri memberikan penjelasan secara tuntas, menyeluruh komprehensif kepada pengurus majelis ulama,” pungkas Ma’ruf.

Kapolri menyampaikan terkait kasus penodaan Agama yang baru ini terjadi, akan memberikan jaminan kepada masyarakat terkait kasus penodaan Agama akan dilakukan hingga kekejaksaan dan naik kepengadilan.Selain itu, Kapolri berharap dan meminta kepada masyarakat untuk dapat berpikir dewasa dan tidak membawa kasus ini ke ranah Isu dan SARA, apalagi dibawa ke isu kemajemukan dan perpecahan. Ini adalah persoalan hukum, jadi mari kita kembalikan ke ranah hukum.

Kemudian berkaiatan isu dengan adanya rencana demo-demo berikutnya, karena masalah ini adalah murni menuntut kasus hukum Ahok, saya kira sudah sangat jelas dan tegas, saya sebagai Kapolri memberikan jaminan atas keseriusan penyelidikan ini akan diselesaikan secepat mungkin. Dan nanti akan kita sampaikan terus perkembangannya ke MUI. Dan jika sudah, kita akan kirim ke kejaksaan.

Cerita Tito : Korps Brimob Menjadi Institusi Penting Pasukan Militer Polri

14:43

NTMC - Terkait kunjungan Kapolri Jenderal Pol. Tito Karnavian ke Markas Komando Korps Brimob Kelapa Dua Depok, Kapolri Jenderal Pol. Tito Karnavian menjadi pimpinan apel dan sempat bercerita tentang kedekatannya dengan satuan Brimob.

Kapolri Jenderal Pol. Tito Karnavian selain itu dianugrahkan menerima piagam dan tongkat pemberian Pelopor dan Gegana. Usai menerima penganugerahan tersebut, Orang nomor satu di Polri ini sempat menceritakan singkat pengalaman dirinya sejak ikut pendidikan Brimob kurang lebih 15 tahun di Watukosek.

"Menurut saya institusi ini penting secara emosional dan pribadi. banyak pengalaman pendidikan maupun di lapangan sebagai anggota brimob, selama mengikuti pendidikan sudah lari melewati gunung, makan dan minum di gunung ala kadarnya dengan anggota lain,"cerita singkat Tito.

Brimob adalah pasukan pemukul dari militer Polri. Dibentuk jadi kepolisian yang sifatnya sipil. Namun kita pertahankan postur militer melekat pada korps Brimob karena negara masih butuh kemampuan pemukul," ujarnya di hadapan jajaran Korps.Brimob Polri, Jl. Akses UI, Depok (31/10/2016).

Dia juga menambahkan Brimob sangat dibutuhkan ketika intensitas kejahatan tinggi, kepentingan SARA, terorisme, kepentingan untuktangani kasus kejahatan yg mobilitasnya tinggi, dan penanganan penjinakan bom.

"Bahkan yang urgent untuk melaksanakan GAG (gerilya anti-gerilya). Teroris dan separatis yang bermain di medan hutan dan gunung yang butuh kemampuan khusus. Kita harap Brimob jadi tulang punggung utama untuk atasi persoalan keamanan di lingkungan Polri," tambahnya.

Dia juga bercerita pernah melakukan latihan bersama dengan anggota Brimob di hutan dan gunung. "Dua kali saya dan teman lain naik gunung, makan di ompreng, lari lintas gunung Penanggungan, sama-sama minum di sumber air, sama-sama kita makan buah buahan di tengah panasnya iklim Watukosek," ungkapnya bercerita.

Untuk kemajuan Brimob, dia mengaku sudah melakukan pengembangan terhadap kesatuan ini, khususnya soal kelengkapan senjata, struktural, dan sebentar lagi akan ada tambahan jabatan Kombes.

"Melakukan mengembangkan Brimob di Polda baru di Papua Barat, Sulbar, dan lain-lain. Saya juga minta Kakor Brimob, anggota Brimob yang berprestasi kita beri atensi," ujarnya di depan 1500 personel Brimob.

"Makanya saya dapat penghargaan ini karena saya ikut dikjur Brimob tiga bulan. Ini jadi bagian hidup dan hati saya," pungkasnya

KAPOLRI : MASYARAKAT TENANG, PERSONIL TNI-POLRI SIAP AMANKAN PILKADA DAN DEMO BESAR 4 NOVEMBER

12:15

NTMC – Terkait gelaran apel pagi Kapolri Jenderal pol. Tito Karnavian bersama pejabat Polri lainnya di Markas Korps. Brimob Polri Kelapa Dua, Depok, Senin(31/10/2016).

Bertindak selaku Irup apel pasukan di depan ribuan personil Brimob, Kapolri juga memperoleh Brevet Pelopor dan Gegana Brimob oleh Kakor Brimob, Irjen Pol Murad Ismail. Dalam sambutan depan ribuan personil anggota Brimob, Kapolri menegaskan Brigade Mobile (Brimob) dipersiapkan sebagai pemukul militer dalam Polri dalam menekan kejadian kamtibmas tingkat tinggi.

“Polri dalam postur militer tetap melekat pada Korps Brimob, kemampuan handal yang dimiliki Brimob sebagai pemukul, kejahatan itensitas tinggi, penanggulangan bencana SAR, teroriame, dan penanganan kasus BKO kejahatan mobilitas tinggi serta kemampuan Jibom atau Handak dan sifatnya penting dalam kemampuan khusus Gerilya anti Gerilya (GAG),”, tutur Tito.

Seperti Moto Brimob “jika sekali tampil harus berhasil”, Brimob juga menjadi tulang punggung bagi pengamanan Polri dan bangsa Indonesia sabang hingga merauke.

Selain memberikan arahan kepada 1500 personil jajaran Brimob jelang Pilkada Serentak 2017, Kapolri pun mengecek kesiapan personel serta alat pendukung operasional. Selain itu, Kapolri pun memberikan arahan terkait adanya perencanaan aksi demonstrasi besar-besaran pada 4 November 2016 mendatang oleh sejumlah ormas terkait dugaan penistaan agama oleh Basuki T Purnama (Ahok).

Kapolri Jenderal Tito Karnavian di Mako Brimob, Jl. Akses UI, Depok, Jawa Barat (31/10/2016), sebanyak 18.000 personel diterjunkan untuk mengamankan jalannya aksi yang akan berlangsung di depan Istana Negara.

Yang jelas saya mengimbau kepada masyarakat untuk tenang. Jangan mudah terprovokasi oleh media-media sosial,” terang Tito.

Tito menegaskan tak ada perintah darinya untuk melakukan tembak di tempat terhadap demonstran yang melakukan kerusuhan. Selain di depan Istana, Tito menyebut ada kemungkinan aksi juga digelar di depan Gedung DPR Senayan.

“Saya sudah menghadap Bapak Panglima, tidak perlu lah ada hal-hal demikian (tembak di tempat). Kami sudah sepakat dengan Panglima, Polri dan TNI, akan solid dalam mengamankan bangsa dan negara,” ujar Tito.

Ribuan orang disebutkan akan memenuhi kawasan Istana Negara untuk meminta agar kasus dugaan penistaan agama Ahok terkait Surat Al Maidah 51 diusut tuntas. Pengasuh pondok pesantren Daarut Tauhid, KH Abdullah Gymnastiar, telah menyatakan diri akan hadir dalam aksi tersebut.

Sementara itu Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Pol Boy Rafli mengatakan terkait persiapan demo pada 4 November nanti, pihaknya menyiagakan personel untuk Polda Metro Jaya sekitar 7.000 dan BKO Brimob 1.500.

“Personil sudah kita siapkan dengan dibantu TNI, dan unsur masyarakat, dalam pengananab kita mengedepankan upaya Preventif dan Persuasif jika dibutuhkan. Brimob kita siagakan jika ada BKO dari beberapa daerah dalam penyelenggaraan Pilkada siap memback-up,”tutupnya.