Parkir Berlapis Biang Macet

15:08

SAMARINDA - Kelurahan Pasar Pagi, Kecamatan Samarinda Kota memang sudah dikenal sebagai sentra bisnis dan niaga di Samarinda bahkan sejak puluhan tahun silam. Tidak hanya terpusat pada kompleks Pasar Pagi saja, namun jejeran rumah toko (ruko) yang ada di Jl Jenderal Sudirman, Jl KH Khalid, Jl Panglima Batur, serta Jl KH Mas Tumenggung juga menjadi ikon bisnis kota ini. Hanya saja, dengan pertambahan penduduk dan kemajuan taraf ekonomi, muncul sejumlah masalah, salah satunya adalah minimnya lahan parkir dan “dihalalkannya” parkir berlapis yang memakan separuh badan jalan. Dengan ini, kepadatan lalu lintas tidak bisa dihindari, dan menjadi pemicu stres warga Samarinda yang melintas di sana.

“Di sini memang banyak tokonya, apalagi toko emas dengan elektronik sama toko kain juga banyak yang datang belanja. Tempat parkirnya aja yang enggak ada,” kata salah satu juru parkir yang bertugas di Jl Panglima Batur yang enggan menyebutkan namanya.

Sebagai perbandingan, Anda bisa melihat keadaan asli ruas Jl Panglima Batur pada pagi hari sekira pukul 06.00 Wita. Saat itu, akan terlihat begitu lebarnya salah satu jalan utama dalam kota tersebut. Sampai akhirnya aktivitas niaga mulai menggeliat, ruko-ruko mulai beroperasi dan pengunjung mulai berdatangan dan memarkirkan kendaraannya memenuhi salah satu sisi jalan. “Belum satu selesai belanja, sudah datang mobil yang lain. Itu kalau belanja, jelas lebih dari setengah jam. Kalau setiap setengah jam mobil datang lagi, parkirnya susah,” lanjutnya.

Walaupun begitu, setidaknya warga Samarinda pelanggan ruko-ruko di kawasan Pasar Pagi tersebut sudah banyak yang bisa bersikap layaknya warga kota metropolis. Yakni kendaraan yang melintas hanya menurunkan penumpang yang akan berbelanja, lalu beberapa waktu kemudian barulah dijemput kembali. Trik ini cukup mengurangi jumlah kendaraan yang terparkir di sana, meskipun seolah terlihat tidak signifikan.

“Lagipula, kalau mereka mau maksa parkir, di mana tempatnya? Kalaupun ada yang parkir di lapis dua, ya enggak direm tangan. Biar gampang digeser kalau ada yang keluar parkir,” papar juru parkir tersebut.
Sementara itu, biarpun kondisi ini cukup dikeluhkan, namun sang juru parkir tersebut bahkan tidak punya gambaran apa-apa untuk solusinya. Ketiadaan lahan parkir berlangsung sampai lingkar sekian kilometer dari lokasi, dan akan terasa tidak efisien bila mobil diparkirkan terlalu jauh dari area niaga tersebut.

“Ya memang sudah enggak ada tempat parkir lagi. Jadi mau gimana? Jadi kalau lewat sini dan kena macet, harap sabar aja. Mau nggak mau begitu,” tukasnya.

Sumber: Samarinda Post

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »