JAKARTA - Sejatinya dalam sidang lanjutan kemarin (30/5) terdakwa sopir Xenia maut Afriani Susanti mendapat angin segar dengan dihadirkannya teman dekatnya sebagai saksi. Tapi apa boleh buat, Henny alias Ineh teman satu kampusnya yang diminta bersaksi untuk meringankannya malah memberikan keterangan menyudutkan Afriani.
Setelah beberapa kali berkelit, alumni Institut Kesenian Jakarta (IKJ) itu mengakui Afriani memang suka menenggak minuman keras.
"Ya cuma minum bir aja kok," kata Henny menjawab pertanyaan yang diajukan majelis hakim yang dipimpin Antonius Widijantono soal kebiasaan mabuk Afriani. Sebagai seorang teman yang kenal Afriani sejak 2001 silam, Henny terus menutupi kebiasaan buruk temannya.
Namun setelah majelis hakim menggunakan trik-trik khusus saat mencecar Henny, perempuan 31 tahun itu akhirnya mengakui kebiasaan minum-minuman beralkohol Afriani. Sontak para keluarga korban yang memenuhi ruang sidang pun langsung berteriak huu.. menyahut jawaban Ineh.
Saat ditanya soal keahlian Afriani menyetir, Henny yang kerap kongkow bersama Afriani itu mengaku teman dekatnya adalah perempuan lihai mengemudi mobil. Namun dia tidak tahu apakah Afriani memiliki SIM (Surat Izin Mengemudi) atau tidak.
Antonius lantas mencecar apa saja yang dilakukan Afriani pada Sabtu malam, sehari sebelum menabrak tewas sembilan pejalan kaki di kawasan Tugu Tani. "Sebelum kejadian (kecelakaan) kami bertemu di Hotel Borobudur (Jakarta Pusat) Sabtu (21/1) jam 21.30 - 22.30. Ada resepsi pernikahan teman," kata Henny.
Usai menghadiri resepsi, Henny dan Afriani tak langsung pulang. Menumpang mobil Honda Jazz milik Henny, keduanya meluncur untuk nongkrong di Kafe Upstairs Cikini. Mereka tiba di sana sekitar pukul 00.15 Minggu dini hari. Ternyata teman-teman kuliah banyak yang menyusul ke kafe tersebut. "Ada sekitar 15 orang yang ikut kumpul. Termasuk Miranda dan suaminya yang baru saja mengadakan pernihakan di Hotel Borobudur," imbuhnya.
Seingat Henny, Afriani saat itu memesan spageti, jus jeruk dan air mineral. Tapi setelah terus didesak hakim, Henny mengakui di antara teman-temannya ada yang memesan Absolute Vodka dan menikmati bersama.
Afriani juga ikut minum Absolute Vodka? "Saya memang duduk di sebelah Afriani, tapi saya sibuk sama BB (BlackBerry). Saya nggak ingat (minum atau tidak)," kilah Henny.
Pukul 02.00 Afriani Cs cabut. Tapi Afriani tak juga pulang, dia meneruskan kehidupan malamnya. Henny mengantarnya ke Kampus IKJ, di sana Afriani bertemu dengan teman-teman yang lain. "Aku nggak tahu lagi. Soalnya aku pulang," imbuhnya.
Jaksa penuntut umum (JPU) yang dikoordinatori Soimah lantas mencecar apa yang dilakukan Afriani dini hari di kampus. Henny berkilah tidak tahu, tapi kata dia kampus IKJ memang buka 24 jam.
Nah, baru sekitar pukul 13.00 Henny mendapat telepon dari Afriani. "Dia (Afriani) Cuma ngomong "Ineh doain gue ya, gue abis nabrak," kata Henny. Henny mengaku tidak menanya apa-apa soal tabrakan itu lantaran Afriani buru-buru menutup telepon. Dia pun mengetahui peristiwa kecelakaan maut secara lengkap setelah menonton televisi.
JPU Soimah menegaskan pihaknya tidak hanya akan memanggil Henny saja sebagai teman Afriani. Kata dia JPU akan memanggil beberapa teman dekat Afriani yang terus bersamanya dan menumpang satu mobil bersamanya saat kecelakaan.
