MADIUN– Seorang pengemudi dan dua penumpang sepeda motor bernomor polisi
W 5345 NJ tewas setelah terlindas truk gandeng bermuatan tebu bernomor
polisi N 8903 UF di Jalan Raya Surabaya-Madiun kilometer 146-147 Desa
Kaligunting, Kecamatan Mejayan, Kabupaten Madiun.
Kejadian berlangsung pagi hari,kemarin. Lokasi kecelakaan tepat di depan Kantor Imigrasi Kelas II Madiun.Ketiga korban tewas di lokasi kejadian masih satu keluarga antara lain Kabul, 45, Masri,38 dan Ahmad Rizal Hermansyah, 9. Kabul adalah kakak kandung Masri sedangkan Rizal merupakan anak kedua Masri. Mereka warga Desa Sidokerto,Kecamatan Buduran, Kabupaten Sidoarjo.Mereka merupakan rombongan satu keluarga dengan tiga sepeda yang berangkat dari Sidoarjo menuju Kabupaten Ngawi untuk menghadiri syukuran sunatan salah satu saudaranya.
Sepeda motor yang ditumpangi Kabul,Masri dan Rizal berada paling depan dan mengalami kecelakaan. Sedangkan pengemudi dan penumpang dua sepeda motor lainnya yang berada di belakang selamat. Menurut saksi mata dan petugas kepolisian,sepeda motor yang dikemudikan Kabul mendahului truk dari sisi kiri dan sempat turun dari badan jalan. Sebelum selesai mendahului truk, sepeda motor kembali naik ke badan jalan namun di bahu jalan ada lubang sedalam sekitar 15 sentimeter.
“Sepeda motor oleng dan terjatuh lalu terlindas truk,” kata Sumarno, salah satu pengemudi becak di sekitar lokasi kejadian.Sepeda motodan ketiga korban terseret sekitar 30 meter. Kasatlantas Polres Madiun AKP Ganang Nugroho Widhi mengatakan dugaan sementara dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), kecelakaan disebabkan kelalaian pengemudi sepeda motor dan kondisi bahu jalan yang berlubang. “Sementara karena kelalaian pengemudi sepeda motor namun sopir dan truk tetap kami periksa dan diamankan sebagai barang bukti,”ujarnya di TKP.
Sopir truk, Dwi Saputro, 29, warga Desa Brongkal,Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Malang, masih diperiksa kepolisian. Dwi mengaku tidak melihat jika di samping ada sepeda motor.“ Tiba-tiba terasa melindas sesuatu dan saya langsung mengerem,” ucapnya. Sepeda motor terlindas dari sisi samping, bukan di depan truk.
Kenek truk,Taufik Arifin,mengatakan truk yang dikemudikan Dwi sedang dalam perjalanan dari Malang ke Madiun. “Kami membawa tebuuntukdikirimke Pabrik Gula (PG) Rejo Agung Baru (Kota Madiun),”ujarnya
Kejadian berlangsung pagi hari,kemarin. Lokasi kecelakaan tepat di depan Kantor Imigrasi Kelas II Madiun.Ketiga korban tewas di lokasi kejadian masih satu keluarga antara lain Kabul, 45, Masri,38 dan Ahmad Rizal Hermansyah, 9. Kabul adalah kakak kandung Masri sedangkan Rizal merupakan anak kedua Masri. Mereka warga Desa Sidokerto,Kecamatan Buduran, Kabupaten Sidoarjo.Mereka merupakan rombongan satu keluarga dengan tiga sepeda yang berangkat dari Sidoarjo menuju Kabupaten Ngawi untuk menghadiri syukuran sunatan salah satu saudaranya.
Sepeda motor yang ditumpangi Kabul,Masri dan Rizal berada paling depan dan mengalami kecelakaan. Sedangkan pengemudi dan penumpang dua sepeda motor lainnya yang berada di belakang selamat. Menurut saksi mata dan petugas kepolisian,sepeda motor yang dikemudikan Kabul mendahului truk dari sisi kiri dan sempat turun dari badan jalan. Sebelum selesai mendahului truk, sepeda motor kembali naik ke badan jalan namun di bahu jalan ada lubang sedalam sekitar 15 sentimeter.
“Sepeda motor oleng dan terjatuh lalu terlindas truk,” kata Sumarno, salah satu pengemudi becak di sekitar lokasi kejadian.Sepeda motodan ketiga korban terseret sekitar 30 meter. Kasatlantas Polres Madiun AKP Ganang Nugroho Widhi mengatakan dugaan sementara dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), kecelakaan disebabkan kelalaian pengemudi sepeda motor dan kondisi bahu jalan yang berlubang. “Sementara karena kelalaian pengemudi sepeda motor namun sopir dan truk tetap kami periksa dan diamankan sebagai barang bukti,”ujarnya di TKP.
Sopir truk, Dwi Saputro, 29, warga Desa Brongkal,Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Malang, masih diperiksa kepolisian. Dwi mengaku tidak melihat jika di samping ada sepeda motor.“ Tiba-tiba terasa melindas sesuatu dan saya langsung mengerem,” ucapnya. Sepeda motor terlindas dari sisi samping, bukan di depan truk.
Kenek truk,Taufik Arifin,mengatakan truk yang dikemudikan Dwi sedang dalam perjalanan dari Malang ke Madiun. “Kami membawa tebuuntukdikirimke Pabrik Gula (PG) Rejo Agung Baru (Kota Madiun),”ujarnya