Jakarta - Yusuf Aulia Putra (16) menabrak delapan orang pejalan kaki dan pengguna jalan di Jl Ir H Juanda, dekat masjid Attaubah, Mukti Jaya, Sukmajaya, Depok, Kamis (16/8/2012) sore. Informasi yang dihimpun dari Humas Polda Metro Jaya, Yusuf diduga mengalami depresi karena keinginan orang tua untuk memasukkan Yusuf ke pesantren.
Kejadian berawal saat Yusuf, pelajar kelas dua SMA di Depok mengendarai mobil dinas milik ayahnya Toyota Kijang Krista bernopol B 2960 MQ pukul 17:30 WIB. Sesampai di lokasi, Yusuf diduga tidak dapat menguasai mobilnya kemudian menabrak pengendara sepeda motor Suzuki Satria Fu, Raden (27) warga Beji.
Mobil tidak bisa dihentikan dan terus melaju hingga menabrak pejalan kaki dan pengendara mobil lainnya. Seorang saksi sempat mengejar mobil hingga ke Jl Pondok Duta Sukmajaya setelah menabrak orang.
Mobil akhirnya berhenti saat kehilangan kontrol dan menabrak tembok Gang Ciliwung Bawah, Kemiri Muka, di Jalan Margonda.
"Karena menabrak delapan orang, Yusuf dihajar massa lantaran massa kesal dan emosi. Bukan hanya Yusuf yang dihajar, tapi juga mobilnya," ujar Kapolsek Beji, AKP Agus Widodo , Jumat (17/8/2012).
Agus menyebut, Yusuf langsung dilarikan ke RS Mitra Keluarga untuk mendapatkan perawatan. Kasus ini selanjutnya ditangani oleh Laka Polresta Depok untuk diproses secara hukum.
Lebih lanjut, Kanit Laka Polresta Depok, AKP Supriyono mengatakan kedelapan korban yang ditabrak Yusuf yakni:
Arini Nuri Putri (17)
Reza Purnama (30)
Nurmaya Mulyasari (20)
Ika Amelia (25)
Habib Hasim (28)
Aliyah (46)
Nana (40)
Raden (27)
"Korban yang masih kritis saat ini, Raden dia dirawat di RS. Sentra Medika," kata Agus.
Agus menambahkan, berdasarkan hasil pemeriksaan petugas unit Kecelakaan Lalu Lintas (Laka) Polresta Depok, diketahui Yusuf nekat membawa mobil dinas ayahnya, pegawai Ditjen Pajak karena protes atas desakan orang tua agar dirinya masuk pondok pesantren. Hal itu diketahui setelah polisi memeriksa keterangan dari orang tua Yusuf.
Kejadian berawal saat Yusuf, pelajar kelas dua SMA di Depok mengendarai mobil dinas milik ayahnya Toyota Kijang Krista bernopol B 2960 MQ pukul 17:30 WIB. Sesampai di lokasi, Yusuf diduga tidak dapat menguasai mobilnya kemudian menabrak pengendara sepeda motor Suzuki Satria Fu, Raden (27) warga Beji.
Mobil tidak bisa dihentikan dan terus melaju hingga menabrak pejalan kaki dan pengendara mobil lainnya. Seorang saksi sempat mengejar mobil hingga ke Jl Pondok Duta Sukmajaya setelah menabrak orang.
Mobil akhirnya berhenti saat kehilangan kontrol dan menabrak tembok Gang Ciliwung Bawah, Kemiri Muka, di Jalan Margonda.
"Karena menabrak delapan orang, Yusuf dihajar massa lantaran massa kesal dan emosi. Bukan hanya Yusuf yang dihajar, tapi juga mobilnya," ujar Kapolsek Beji, AKP Agus Widodo , Jumat (17/8/2012).
Agus menyebut, Yusuf langsung dilarikan ke RS Mitra Keluarga untuk mendapatkan perawatan. Kasus ini selanjutnya ditangani oleh Laka Polresta Depok untuk diproses secara hukum.
Lebih lanjut, Kanit Laka Polresta Depok, AKP Supriyono mengatakan kedelapan korban yang ditabrak Yusuf yakni:
Arini Nuri Putri (17)
Reza Purnama (30)
Nurmaya Mulyasari (20)
Ika Amelia (25)
Habib Hasim (28)
Aliyah (46)
Nana (40)
Raden (27)
"Korban yang masih kritis saat ini, Raden dia dirawat di RS. Sentra Medika," kata Agus.
Agus menambahkan, berdasarkan hasil pemeriksaan petugas unit Kecelakaan Lalu Lintas (Laka) Polresta Depok, diketahui Yusuf nekat membawa mobil dinas ayahnya, pegawai Ditjen Pajak karena protes atas desakan orang tua agar dirinya masuk pondok pesantren. Hal itu diketahui setelah polisi memeriksa keterangan dari orang tua Yusuf.
Sumber: Tribunnews