Spesialis Pencuri Dengan Memecahkan Kaca Mobil Ditembak Mati Polisi

11:44


Surabaya - Polisi menembak mati  Pieters Arttapari (47), pelaku pecah kaca yang sudah puluhan kali beraksi. Terakhir, warga Teluk Nibung III, Pelabuhan Tanjung Perak ini kedapatan petugas saat memecah kaca mobil pemudik di wilayah Masjid Al Akbar Surabaya, Kamis (16/8/2012) sore.

Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya AKBP Farman mengatakan korban terakhir Pieters bernama Lilik Subianto, warga Dusun Jatirejo, Wonosari Madiun yang tengah makan di RM Pecel Nikmat, Jl Gayungsari Barat Surabaya. Sekitar pukul 14.30, mobil Toyota Kijang LGX korban yang diparkir di tepi jalan dipecah kacanya oleh Pieters.

"Saat itu pelaku berhasil membawa kabur tas dan beberapa surat milik korban. Untungnya tak jauh dari lokasi polisi memergoki aksi ini," terang Farman saat ditemui di kamar mayat RS Dr Soetomo, Jumat (17/8/2012) dini hari.

Untuk diketahui, polisi yang memergoki aksi Pieters ini adalah tim khusus Polda Jatim dan Polrestabes Surabaya di bawah pimpinan Kompol Abriadi Jumhur, yang kerap bertindak tegas pada penjahat. Karena itu, ketika Pieters berhasil dicegat oleh tim ini polisi langsung bertindak cepat dan segera mengamankan tersangka.

"Saat penangkapan berlangsung, tersangka sempat melawan menggunakan belati yang dibawanya. Anggota yang merasa terancam kemudian menembak dada tersangka dua kali hingga tewas," terang Farman.

Pieters sendiri memiliki track record yang kelam selama beberapa tahun terakhir ini. Pieters, diketahui sudah enam kali bolak-balik masuk penjara. Tiga bulan lalu, Pieters juga baru bebas dari penjara karena melakukan pecah kaca. "Terakhir ia ditangkap Polda Jatim," tambah Farman.

Dalam penangkapan ini, polisi menyita berbagai barang bukti diantaranya, pisau belati yang dipakai untuk melawan petugas, sebuah laptop milik korban, tiga ponsel milik tersangka, sepeda motor Yamaha Mio milik tersangka serta sebuah batu paving yang dipakai tersangka untuk memecah kaca mobil korban.

Farman mengatakan sampai kini polisi masih menyelidiki kasus ini. Sebab polisi menduga Pieters memiliki jaringan dan sudah belasan kali beraksi di wilayah Surabaya.

"Kami sedang mencocokan laporan yang ada dengan hasil tangkapan saat ini," jelas Farman.

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »