PURWAKARTA- Jalur-jalur mudik di
wilayah Purwakarta, Jawa Barat, dinilai siap meski masih ada perbaikan
ringan di sejumlah lokasi. Sebanyak 1.100 personel gabungan akan
dilibatkan dalam pengamanan arus mudik dan balik pada hari raya Idul
Fitri tahun ini.
Kepala Kepolisian Resor Purwakarta Ajun
Komisaris Besar Bahtiar Ujang Purnama, mengatakan,
secara umum kondisi jalan yang akan difungsikan sebagai jalur mudik
telah siap. Sebagian papan penunjuk arah, rambu-rambu, dan kelengkapan
lain telah dipasang dan akan ditambah hingga beberapa hari ke depan.
Lokasi
yang diperbaiki, antara lain, di Jalan Raya Bungursari, ruas
alternatif Tegalmunjul-Pasawahan, dan Pasar Rebo-Wanayasa-Subang.
Mayoritas perbaikan berupa tambal sulam aspal atau beton yang retak,
berlubang, dan bergelombang. Seluruh pekerjaan ditargetkan selesai
sebelum H-10.
Sekitar 1.101 personel akan terlibat dalam operasi
di Kabupaten Purwakarta. Mereka, antara lain, berasal dari Polres
Purwakarta 650 personel, Polda Jawa Barat 150 personel, serta TNI,
pramuka, dinas perhubungan, dan lainnya 301 personel.
Purwakarta
selalu menjadi titik krusial pengaturan arus kendaraan dari Jakarta
menuju arah timur Pulau Jawa. Kawasan Cikopo-Cikampek menjadi titik
pemecahan arus kendaraan ke arah Jawa Tengah melalui jalur utara,
tengah, dan selatan Jawa Barat.
Larang mobil dinas
Sementara
itu, para pegawai negeri sipil (PNS) di Kalimantan Tengah diimbau
untuk tidak memakai mobil dinas saat mudik. Meski demikian, mereka tak
diberikan sanksi jika tetap menggunakan mobil dinas.
Menurut Wali
Kota Palangkaraya Riban Satia di Palangkaraya, Kalteng, Kamis, para
PNS diminta tak menggunakan kendaraan dinas jika punya mobil pribadi.
”Kalau kepala dinas, masak tidak punya kendaraan pribadi walaupun mobil
tua. Tak mungkin. Naif sekali kalau alasannya tak ada mobil pribadi,”
katanya.
Gubernur Kalteng Teras Narang juga menegaskan, arus
mudik di Kalteng tak terlalu padat seperti di Jawa. Karena itu, para
pejabat Pemprov sebaiknya tidak menggunakan mobil dinas.
Potensi
kemacetan lalu lintas pelayaran di Teluk Balikpapan, Kalimantan Timur,
pada Lebaran dan libur Lebaran masih tinggi. Sebab, jalan darat masih
buruk dan mungkin tidak diminati pemudik. ”Kami sudah menyurati Pemprov
Kaltim terkait kendala-kendala klasik seputar transportasi saat
Lebaran. Semoga cepat ada solusinya walau waktu makin mepet,” ujar
Alimuddin, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Penajam Paser Utara.
Pemerintah
Kota Batam, Kepulauan Riau, juga didesak segera membenahi transportasi
umum. Pola saat ini merugikan pengusaha ataupun pengguna jasa angkutan
umum. Ketua Organda Batam Aswen Dores berpendapat, sudah lebih dari
lima tahun tidak pernah ada evaluasi transportasi umum di Batam. ”Kami
selaku pengusaha dirugikan. Armada sering kosong karena menumpuk di
jalur tertentu,” ujarnya.