Sukabumi-Pemudik yang menggunakan kendaraan roda empat baik pribadi maupun umum dari arah Ciawi, Bogor, pada H-2 hari raya Idul Fitri 1433 Hijriah sudah mulai memasuki Sukabumi pada Jumat (17/8) pagi untuk menghindari kemacetan.
"Cukup banyak pemudik yang masuk ke Sukabumi dari arah Ciawi memilih malam hari dalam perjalanannya untuk menghindari kemacetan pada siang hari di beberapa titik rawan macet," kata Kapolres Sukabumi AKBP Muhamad Firman.
Menurut Firman, pemudik tidak hanya berkendaraan pribadi yang masuk ke Sukabumi, tetapi juga banyak yang menggunakan kendaraan umum dalam perjalanan mudik malam hari. Namun pihaknya mengimbau para pemudik untuk berhati-hati dan waspada saat melakukan mudik pada malam hari.
Ia menambahkan, jika kondisi lelah tidak perlu melanjutkan perjalanan, lebih baik beristirahat dahulu di pos pengamanan mudik lebaran yang disiapkan polisi.
"Kami terus melakukan pemantauan terhadap para pemudik baik yang melakukan perjalanan malam, pagi maupun siang hari untuk memberikan rasa aman," ujarnya.
Menurut dia, menjelang siang pemudik diprediksi akan terus bertambah, tidak hanya yang menggunakan kendaraan roda empat milik pribadi, tetapi juga bus dan sepeda motor.
"Dengan bertambahnya jumlah pemudik yang masuk ke Sukabumi dari arah Ciawi bisa menyebabkan penumpukan kendaraan di pusat-pusat keramaian masyarakat seperti kawasan pabrik dan perbelanjaan. Karena kendaraan pemudik akan berbaur dengan kendaraan milik warga yang tengah berbelanja," ujarnya.
Sementara itu, pemudik dari Tangerang yang menggunakan minibus jurusan Sukabumi-Bogor, Abu Hasan mengatakan, dirinya sengaja estafet karena jika menggunakan bus dari Tangerang sampai Sukabumi membutuhkan waktu yang cukup lama karena macet.
"Saya sengaja memilih berpindah-pindah kendaraan demi kenyamanan perjalanan. Saya dari Tangerang menggunakan bus sampai di Terminal Kampung Rambutan Jakarta, dari sana dilanjutkan menggunakan bus jurusan Sukabumi-Kampung Rambutan. Namun di Ciawi saya turun dan melanjutkan perjalanan dengan menggunakan minibus, dan sengaja mengambil perjalanan malam untuk menghindari macet," kata Hasan.
"Cukup banyak pemudik yang masuk ke Sukabumi dari arah Ciawi memilih malam hari dalam perjalanannya untuk menghindari kemacetan pada siang hari di beberapa titik rawan macet," kata Kapolres Sukabumi AKBP Muhamad Firman.
Menurut Firman, pemudik tidak hanya berkendaraan pribadi yang masuk ke Sukabumi, tetapi juga banyak yang menggunakan kendaraan umum dalam perjalanan mudik malam hari. Namun pihaknya mengimbau para pemudik untuk berhati-hati dan waspada saat melakukan mudik pada malam hari.
Ia menambahkan, jika kondisi lelah tidak perlu melanjutkan perjalanan, lebih baik beristirahat dahulu di pos pengamanan mudik lebaran yang disiapkan polisi.
"Kami terus melakukan pemantauan terhadap para pemudik baik yang melakukan perjalanan malam, pagi maupun siang hari untuk memberikan rasa aman," ujarnya.
Menurut dia, menjelang siang pemudik diprediksi akan terus bertambah, tidak hanya yang menggunakan kendaraan roda empat milik pribadi, tetapi juga bus dan sepeda motor.
"Dengan bertambahnya jumlah pemudik yang masuk ke Sukabumi dari arah Ciawi bisa menyebabkan penumpukan kendaraan di pusat-pusat keramaian masyarakat seperti kawasan pabrik dan perbelanjaan. Karena kendaraan pemudik akan berbaur dengan kendaraan milik warga yang tengah berbelanja," ujarnya.
Sementara itu, pemudik dari Tangerang yang menggunakan minibus jurusan Sukabumi-Bogor, Abu Hasan mengatakan, dirinya sengaja estafet karena jika menggunakan bus dari Tangerang sampai Sukabumi membutuhkan waktu yang cukup lama karena macet.
"Saya sengaja memilih berpindah-pindah kendaraan demi kenyamanan perjalanan. Saya dari Tangerang menggunakan bus sampai di Terminal Kampung Rambutan Jakarta, dari sana dilanjutkan menggunakan bus jurusan Sukabumi-Kampung Rambutan. Namun di Ciawi saya turun dan melanjutkan perjalanan dengan menggunakan minibus, dan sengaja mengambil perjalanan malam untuk menghindari macet," kata Hasan.