Kendari-Ratusan pemudik memilih menginap di pelabuhan feri Torobulu, Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, untuk mengantre di loket tiket kapal lebih awal menuju Pelabuhan Tampo, Kabupaten Muna.
Dari pantauan di pelabuhan penyeberangan Torobulu, Jumat, kendaraan roda empat dan roda dua sudah mulai antre merayap di kawasan parkir pelabuhan itu.
La Ode Armin, salah seorang penumpang tujuan Raha, Kabupten Muna mengatakan, dirinya sengaja memilih bermalam di Pelabuhan Torobulu dengan harapan lebih awal mendapatkan tiket penyeberangan daripada harus pagi berangkat dari Kendari.
"Pengalaman tahun lalu, bila berangkat pagi dari Kendari menuju Pelabuhan Torobula, para penumpang yang membawa kendaraan pribadi baru bisa mendapat tiket kapal pada sore bahkan malam hari," katanya.
Karena itu, kata dia, banyak pemudik memilih berangkat malam dari Kota Kendari kemudian bermalam dulu di Pelabuhan Torobulu agar tiket penyeberangan bisa diperoleh lebih awal. Petugas baru akan melayani penjualan tiket pada pukul 05.00 WITA atau satu jam sebelum kapal feri itu berangkat menuju Tampo, Kabupaten Muna.
Kepala UPTD Penyeberangan Pelabuhan Torobulu Rusli Nyalla saat dihubungi terpisah membenarkan arus mudik lebaran mulai H-4 mulai meningkat. Ia mengatakan peningkatan arus mudik lebaran di Pelabuhan Torobulu mulai meningkat sejak H-8 dan H-7, semua penumpang bisa terlayani pada hari itu juga dengan dua kapal yang disiapkan PT ASDP.
Menurut Rusli, puncak arus mudik lebaran menuju Kabuapaten Muna, Kota Baubau, Buton dan Buton Utara diperkirakan pada H-4 hingga H-2, Ia menambahkan, saat ini sudah ada tiga kapal yang disiagakan di dua pelabuhan itu yakni KMP Semumu dan KMP Bahteramas. Dua kapal itu akan mengangkut penumpang arii Pelabuhan Torobulu menuju Pelabuhan Tampo dengan jadwal pemberangkatan awal pada pukul 06.00 WITA.
Sementara KMP Nuku yang disiagakan di Pelabuhan Tampo juga berangkat pukul 06.00 WITA dengan tujuan Pelabuhan Torobulu. Waktu tempu pelayaran di dua pelabuhan itu antara 2,5-3 jam.
KMP Semumu memiliki kapasitas 300 penumpang, 15 kendaraan roda empat dan 50 kendaraan roda dua, atau dalam setiap hari total penumpang yang bisa dimuat sebanyak 900 orang dan 45 kendaraan roda empat.
Begitu juga KMP Bahteramas melakukan pelayaran tiga trip per hari dengan kapasitas muatan setiap trip 450 orang dan 18 kendaraan campuran serta 70 kendaraan roda dua, sedangkan KMP Nuku daya bisa memuat kendaraan roda empat tidak lebih dari 20 unit dengan kapasitas penumpang 200 orang lebih.
Dari pantauan di pelabuhan penyeberangan Torobulu, Jumat, kendaraan roda empat dan roda dua sudah mulai antre merayap di kawasan parkir pelabuhan itu.
La Ode Armin, salah seorang penumpang tujuan Raha, Kabupten Muna mengatakan, dirinya sengaja memilih bermalam di Pelabuhan Torobulu dengan harapan lebih awal mendapatkan tiket penyeberangan daripada harus pagi berangkat dari Kendari.
"Pengalaman tahun lalu, bila berangkat pagi dari Kendari menuju Pelabuhan Torobula, para penumpang yang membawa kendaraan pribadi baru bisa mendapat tiket kapal pada sore bahkan malam hari," katanya.
Karena itu, kata dia, banyak pemudik memilih berangkat malam dari Kota Kendari kemudian bermalam dulu di Pelabuhan Torobulu agar tiket penyeberangan bisa diperoleh lebih awal. Petugas baru akan melayani penjualan tiket pada pukul 05.00 WITA atau satu jam sebelum kapal feri itu berangkat menuju Tampo, Kabupaten Muna.
Kepala UPTD Penyeberangan Pelabuhan Torobulu Rusli Nyalla saat dihubungi terpisah membenarkan arus mudik lebaran mulai H-4 mulai meningkat. Ia mengatakan peningkatan arus mudik lebaran di Pelabuhan Torobulu mulai meningkat sejak H-8 dan H-7, semua penumpang bisa terlayani pada hari itu juga dengan dua kapal yang disiapkan PT ASDP.
Menurut Rusli, puncak arus mudik lebaran menuju Kabuapaten Muna, Kota Baubau, Buton dan Buton Utara diperkirakan pada H-4 hingga H-2, Ia menambahkan, saat ini sudah ada tiga kapal yang disiagakan di dua pelabuhan itu yakni KMP Semumu dan KMP Bahteramas. Dua kapal itu akan mengangkut penumpang arii Pelabuhan Torobulu menuju Pelabuhan Tampo dengan jadwal pemberangkatan awal pada pukul 06.00 WITA.
Sementara KMP Nuku yang disiagakan di Pelabuhan Tampo juga berangkat pukul 06.00 WITA dengan tujuan Pelabuhan Torobulu. Waktu tempu pelayaran di dua pelabuhan itu antara 2,5-3 jam.
KMP Semumu memiliki kapasitas 300 penumpang, 15 kendaraan roda empat dan 50 kendaraan roda dua, atau dalam setiap hari total penumpang yang bisa dimuat sebanyak 900 orang dan 45 kendaraan roda empat.
Begitu juga KMP Bahteramas melakukan pelayaran tiga trip per hari dengan kapasitas muatan setiap trip 450 orang dan 18 kendaraan campuran serta 70 kendaraan roda dua, sedangkan KMP Nuku daya bisa memuat kendaraan roda empat tidak lebih dari 20 unit dengan kapasitas penumpang 200 orang lebih.