JOMBANG–Tujuh jalan di Kabupaten Jombang, utamanya
wilayah Jombang Kota, bakal diganti namanya dalam waktu dekat ini.
Termasuk Jalan Merdeka yang akan diganti menjadi Jalan KH Abdurrahman
Wahid alias Gus Dur.
”Saat ini tim masih bekerja untuk mengkaji
pergantian nama itu sebelum nanti diputuskan melalui SK (surat
keputusan) bupati,” kata Kabag Hukum Pemkab Jombang, Gatut Wijaya, Senin
(17/9/2012).
Di antara tujuh jalan yang sedang dikaji, dan
dinilai sangat penting adalah Jalan Merdeka yang akan diganti menjadi
Jalan KH Abdurrahman Wahid.
”Masyarakat di sepanjang jalan itu,
lebih-lebih kalangan Tionghoa dan kalangan gereja sangat setuju
pergantian nama Jalan Merdeka menjadi Jalan Gus Dur,” terangnya.
Lebih-lebih,
baik Jalan Merdeka maupun jalan Gus Dur memiliki spirit yang sama.
”Merdeka berarti bebas. Gus Dur itu juga tokoh yang getol memperjuangkan
kebebasan dan pluralisme dalam segala aspek kehidupan,” sambungnya.
Namun untuk kepastian nama Gus Dur itu, pihaknya masih akan konsultasi dengan pihak keluarga dulu. ”Termasuk nantinya menggunakan nama resmi jalan Presiden KH Abdurahman Wahid atau cukup jalan Gus Dur,” cetus Gatut.
Kabag Kesejahteraan Sosial M Agus Usman Panuwun mengungkapkan, pencanangan penggantian nama direncanakan dilakukan bersamaan peringatan seribu hari meninggalnya Gus Dur. anya saja, waktunya tidak sama berbarengan dengan peringatan oleh keluarga. Pihak keluarga dan Ponpes Tebuireng bakal memperingati seribu hari meninggalnya Gus Dur pada 27 September nanti.
”Sedangkan
untuk kami belum bisa dilakukan pada 27 September karena masih menunggu
kajian bagian hukum serta SK bupati. Paling cepat Oktober,” terang Agus
Panuwun.
Selain nama Jalan Merdeka, enam nama jalan lain yang
sedang dikaji untuk diubah. Yakni Jalan Bupati Raden Adipati Arya
Soeradiningrat menggantikan Jalan Diponegoro. RAA Soeradiningrat adalah
bupati pertama Jombang. Kemudian Jalan Bupati Ismail (bupati Jombang
ke-10/1966-1973) menggantikan sebagian jalan Basuki Rahmat, mulai
perempatan rel KA ke pertigaan sebelah barat alun-alun kota.
Lalu
jalan Profesor Doktor Nurcholish Madjid menggantikan naman Jalan Yos
Sudarso, mulai perempatan Tunggorono ke selatan. Selain itu, juga
pengukuhan Jalan KH Wahab Chasbullah mulai perempatan Sambong hingga
Mojokrapak Tembelang.
Lalu Jalan KH Bisri Syansuri menggantikan
Jalan Imam Bonjol mulai Denanyar ke barat hingga Desa Banjardowo. Serta
jalan KH Tamim Irsyad mulai perempatan lampu merah Peterongan ke
selatan.