Kejar Waktu Sampai Tujuan Berakibat Kecelakaan

14:58


SURABAYA- Hingga September ini sudah lebih dari 80 kecelakaan terjadi di jalan tol di Surabaya-Gempol /Porong (Surgem).

Hari ini saja, Rabu (26/9) saja sudah terjadi dua kecelakaan, meski tak ada korban jiwa. Padahal baru dua hari lalu, seorang anggota DPR RO dari FPDIP juga harus meregang nyawa di ruas tol ini.

Pagi tadi misalnya, sebanyak 5 kendaraan terlibat tabrakan beruntun di Tol Waru arah Perak KM 12-600. Meski terjadi di jalur cepat, kecelakaan ini tak sampai memakan korban jiwa.

Sekitar pukul 07.00, mobil Innova L 1111 AR berada di urutan paling depan dalam kecelakaan beruntung itu. Kemudian disusul jazz L 1561 QQ, sedan lancer L 1531 BG, Yaris silver W 1802 PT, kemudian Xenia L1594 VM berada di posisi paling belakang.

"Kecelakaannya berada di jalur cepat. Mereka (5 kendaraan, red) terlalu mepet," kata Aiptu M Soleh, Rabu (26/9).

Selama 30 menit setelah kejadian, kondisi lalu lintas tol terpantau macet sepanjang 1,5 km. Petugas saat itu masih berusaha mengevakuasi lima kendaraan tersebut ke bahu jalan. "Saat kejadian, lalu lintas tol sudah cukup ramai. Pasca kejadian, lalin sempat macet hingga 1,5 km," terang dia.

Kemudian pada pukul 09.10, kecelakaan tunggal terjadi di Tol Sidoarjo arah Porong KM 33-400. Sebuah truk muat puluhan botol saus terguling, muatan pecah dan saus tumpah ke bahu jalan.Truk nopol L 8116 TC yang ada di lajur kiri tiba-tiba terguling. Diduga, ban belakang kiri mengalami pecah.

Akibatnya, beberapa botol saus tumpah ruah. Bahkan, isi botol berupa saus merah juga ada yang mengotori badan jalan di lajur kiri.

Sopir truk, Sugeng Wahyono (44)warga Semolo Waru Utara selamat dalam kejadian ini. Menurut polisi, sopir dalam keadaan sehat dan tidak mengantuk."Dugaan sementara, sopir hilang kendali karena ban belakang kiri truk pecah, truk terguling," kata Aiptu Kadar, PJR Tol Jatim I saat dihubungi, Rabu (26/9). Pada pukul 09.35, truk telah berhasil diminggirkan oleh petugas.

Tingginya angka kecelakaan di jalan tol kawasan surabaya terutama pada pagi hari jam berangkat kerja menurut Kasatlantas Polrestabes Surabaya karena volume kendaraan tinggi, sementara para pengendara sama-sama dalam kondisi terdesak mengejar waktu untuk sampai tujuan. “Aktivitas pagi pada jam berangkat kerja memang cukup tinggi, da masyarakat tergesa-tergesa mengejar waktu, akibtanya kecelakaan sering terjadi,”katanya, Rabu (26/9)

Apalagi kondisi jalan tol itu, imbuh Asep,  termasuk jalan bebas hambatan sehingga kecepatan kendaraan bisa mencapai maksimum. Nah,  ketika terjadi kepadatan dan kendaraan di depanya memperlambat laju kendaraan secara mendadak, maka bisa menyebabkan kecelakaan beruntun. “Kondisi kecepatan kendaraan bisa memicu kecelekaan beruntun apalagi volume kendaraan cukup tinggi,”tandasnya

Pihaknya menghimbau kepada masyarakat untuk waspada dan hati-hati agar tidak mengendarai dengan kecepatan maksimum terutama dalam kondisi volume kendaraan di tol cukup padat. “Kami himbau masyarakat lebih meningkatkan kewaspadaan berkendara terutama pada jam-jam sibuk, agar tidak terjadi kecelekaan beruntun,”imbuhnya.


Share this

Related Posts

Previous
Next Post »