Traffic Light Dibiarkan Rusak Enam Bulan

15:01
 

MEDAN – Masih ingat aksi unjuk rasa penolakan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) akhir Maret lalu yang menyebabkan 20 traffic light (lampu jalan) di lima persimpangan di Kota Medan rusak?

Ternyata hingga kini masih banyak traffic light tersebut yang dibiarkan padam. Pengguna jalan pun semakin banyak yang mengeluh,karena rusaknya traffic light memicu kemacetan lalu lintas. Apalagi pada jam-jam tertentu, seperti pagi dan sore,kemacetan hampir merata di seluruh ruas jalan. Kondisi itu tentu diperparah banyaknya traffic light yang tak berfungsi. Budi, warga Medan Tembung misalnya.

Dia mengeluhkan padamnya sejumlah traffic light karena mengakibatkan arus lalu lintas macet.Akibat padamnya traffic light itu, kemacetan di persimpangan bisa sampai lima belas menit. Ditambah lagi budaya pengendara yang mau menang sendiri alias tak mau mengalah, kemacetan pun semakin parah.Kondisi ini diperparah prilaku sopir angkutan kota (angkot) yang berhenti sesuka hati, sehingga mengakibatkan kondisi arus lalu lintas di kota ini kian semrawut.

“Payah kali sekarang Kota Medan ini, banyak kali traffic light yang padam. Gimana tidak macet, sudah jalan sedikit sampai simpang Jalan Dr Mansur, traffic light padam pula. Gimanalah tidak macet kota ini,”keluh Budi kepada SINDO, Selasa (25/9). “Sudah traffic light padam, tak ada petugas,angkot pun sesuka hati berhenti, betor pun asal menyelip saja, semua tak mau mengalah.Lama-lama kutengok Kota Medan ini sudah seperti Jakarta,”sambung Budi.

Usman, warga Medan Amplas juga mengeluhkan kondisi serupa. Banyaknya traffic light yang padam di sekitar simpang Jalan HM Jhoni dan simpang Jalan Tritura menyebabkan macet kerap terjadi, terutama pada sore hari. “Kalau pulang kerja memang sering kali macet,terutama di simpang Jalan HM Jhoni, karena traffic light-nya sering mati,”ujarnya.

Untuk itu,Usman berharap dinas terkait benar-benar memperhatikan arus lalu lintas di kota ini.Apalagi,padamnya traffic light di simpang Jalan HM Jhoni itu sudah berlangsung lama,yakni sejak aksi demonstrasi mahasiswa menolak kenaikan harga BBM akhir Maret lalu.“Traffic light di simpang HM Jhoni rusak, kadang hidup kadang mati. Itu sudah terjadi sejak demo mahasiswa dulu, tapi sampai sekarang tak juga dibenahi,”ucapnya.

Berdasarkan pantauan  di lapangan,traffic light yang rusak hampir merata di tiap persimpangan. Seperti di di simpang Jalan Dr Mansur, simpang JalanMonginsidi,simpang Jalan Sisingamangaraja, simpang Jalan Juanda, simpang Jalan HM Jhoni, dan simpang Jalan Tritura, simpang JalanAlfalah, simpang Jalan Dr Cipto, simpang Jalan Sei Kambing, dan simpang Jalan Masjid Raya.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Medan Renward Parapat sebelumnya beralasan belum diperbaikinya traffic light itu lantaran anggarannya belum cair. Karena anggarannya masih menunggu pengesahan Perubahan APBD 2012. Jika anggaran dari P-APBD sudah mengucur, dia menjamin pergantian traffic light yang rusak tersebut segera dilakukan. P-APBD itu sendiri sudah disahkan 10 September lalu.

Tapi nyatanya hingga kini belum ada tanda-tanda pengerjaan pada traffic ligh yang rusah itu. Untuk diketahui, di masa Armansyah menjabat Kadis Perhubungan, anggaran perbaikan traffic light itu sudah diajukan sebesar Rp1.178.516.000.

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »