Jakarta - Puluhan sopir kontainer yang tergabung dalam Serikat Buruh Transportasi Perjuangan Indonesia (SBTPI),unjukrasa di depan Pool Garasi PT. Carapan Transportasi Jalan Budi Dharma, Semper Timur Jakarta Utara. Aksi ini dilakukan karena selama 4 bulan mereka bekerja belum juga dibayar dan tidak ada jaminan kesehatan.
Roshid Sekjen SBTPI menjelaskan, selama ini pengemudi itu hanya dibayar honor perrit bukan gaji bulan. Selain itu pengemudi juga tak mendapatkan jaminan kesehatan.
Menurutnya, selama ini pengemudi kontainer kerja berat di jalan raya dan banyak tantangannya. Namun, mereka hanya menerima honor kerja per Ritnya Rp 62.500. Aksi protes mereka juga lantaran pihak pengusaha mau membayarkan premi Jamsostek kepada pekerja diambil dari uang makan mereka sebesar Rp 5 ribu.
“Kami menilai pihak perusahaan tidak bersedia menjalankan kewajibannya sebagaimana yang diamanatkan dalam UU No 3 Tahun 1992. Padahal itu merupakan salah satu kewajiban perusahaan terhadap karyawannya mulai gaji dan jaminan kesehatan,”terangnya.
Lebih lanjut, Roshid menjelaskan, aksi itu dilakukan sejak pagi. Namun, belum ada kesepakatan dengan pihak manajemen. Karena belum ada keputusan, saat ini awak sopir terpaksa mendirikan posko dengan bambu serta triplek menutup pintu masuk garasi sebagai protes hingga sampai tuntutan mereka dipenuhi.
Roshid Sekjen SBTPI menjelaskan, selama ini pengemudi itu hanya dibayar honor perrit bukan gaji bulan. Selain itu pengemudi juga tak mendapatkan jaminan kesehatan.
Menurutnya, selama ini pengemudi kontainer kerja berat di jalan raya dan banyak tantangannya. Namun, mereka hanya menerima honor kerja per Ritnya Rp 62.500. Aksi protes mereka juga lantaran pihak pengusaha mau membayarkan premi Jamsostek kepada pekerja diambil dari uang makan mereka sebesar Rp 5 ribu.
“Kami menilai pihak perusahaan tidak bersedia menjalankan kewajibannya sebagaimana yang diamanatkan dalam UU No 3 Tahun 1992. Padahal itu merupakan salah satu kewajiban perusahaan terhadap karyawannya mulai gaji dan jaminan kesehatan,”terangnya.
Lebih lanjut, Roshid menjelaskan, aksi itu dilakukan sejak pagi. Namun, belum ada kesepakatan dengan pihak manajemen. Karena belum ada keputusan, saat ini awak sopir terpaksa mendirikan posko dengan bambu serta triplek menutup pintu masuk garasi sebagai protes hingga sampai tuntutan mereka dipenuhi.
Sumber: Poskotanews